Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serbuan Israel di Al Mughayyir Tewaskan Dua Remaja Palestina

Dua pemuda Palestina tewas akibat tembakan pasukan dan pemukim Israel saat menyusup ke desa Al Mughayyir di Tepi Barat, dengan sejumlah sumber menyebut penembak jitu bersiaga di atap rumah warga sebelum insiden.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 11.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Serbuan Israel di Al Mughayyir Tewaskan Dua Remaja Palestina
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada hari Rabu (2/9), desa Al Mughayyir di wilayah Tepi Barat menjadi lokasi serbuan brutal oleh pasukan Israel dan kelompok pemukim. Dalam aksi tersebut, dua remaja berusia 19 tahun, Mohammad Na'ssan dan Khalil Abu Aliya, tewas akibat luka tembak yang menghantam tubuh mereka. Menurut laporan yang dikutip dari sumber independen, tembakan dilakukan saat warga mencoba mencegah aksi pendudukan yang dilakukan secara paksa oleh pasukan dan pemukim.

Sebelum insiden, desa yang berlokasi di dekat kota Nablus ini telah menjadi sasaran serangan berulang selama beberapa bulan terakhir. Beberapa sumber menyebut bahwa penembak jitu Israel telah mengintai dari atap rumah warga sejak beberapa jam sebelum penyerbuan dimulai. Kondisi itu menunjukkan adanya perencanaan dan pengawasan intensif sebelum operasi militer dilakukan.

Data dari berbagai sumber menunjukkan eskalasi kekerasan yang signifikan di Tepi Barat sejak awal 2026. Hingga saat ini, setidaknya 79 warga Palestina, termasuk 19 anak-anak, gugur dalam konflik, sementara lebih dari 1.870 lainnya mengalami luka-luka. Pada hari sebelumnya, Selasa (1/9), pasukan Israel juga menyerang sebuah masjid di Madama dengan gas air mata, menyebabkan jemaah mengalami sesak napas dan batuk parah.

Aksi serupa juga terjadi di kota Bazariya, di mana pemukim Israel dilaporkan mencoba membakar masjid. Kekerasan yang terus berulang ini menimbulkan kecaman dari berbagai pihak internasional. Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, baru-baru ini menyampaikan kekecewaan terhadap aksi pengepungan yang berlangsung selama tiga pekan di Qusra, sementara Uni Eropa kini sedang meninjau kemungkinan melarang impor produk dari wilayah pendudukan Israel.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya