Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tanker AS Meledak di Selat Hormuz Akibat Ranjau Iran

Satu tanker minyak milik AS meledak saat melintasi Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau, sementara dua lainnya mundur setelah insiden tersebut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tanker AS Meledak di Selat Hormuz Akibat Ranjau Iran
Foto: Tempo

Kendari, ıNarasikita - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengonfirmasi bahwa satu dari tiga tanker minyak yang berusaha menyeberangi Selat Hormuz mengalami ledakan dan terbakar akibat ranjau yang telah dipasang di rute selatan. Insiden ini terjadi pada Kamis 23 Juli 2026, saat kapal-kapal tersebut mencoba melintas tanpa koordinasi dengan Iran. IRGC menegaskan bahwa akses melalui wilayah tersebut telah diblokir untuk semua kapal yang tidak mendapatkan izin resmi dari pihak Republik Islam Iran.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyatakan bahwa dua tanker lain yang masih berada di lokasi segera memutuskan untuk berbalik arah dan menarik diri setelah insiden meledaknya salah satu kapal. Upaya untuk memaksa melintas tanpa izin, kata mereka, akan berakhir dengan konsekuensi serius. Pihak Iran menegaskan bahwa seluruh kapal yang terjebak dalam strategi yang disebut "tipu daya Amerika Serikat" akan menghadapi nasib yang sama.

Sebelum kejadian, Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi telah memperingatkan secara tegas bahwa jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau sebagai respons atas aktivitas militer AS di kawasan. Ia menekankan bahwa penggunaan rute tersebut akan merusak investasi dan mengancam keselamatan kapal. Peringatan itu diulang kembali dalam konteks insiden yang terjadi beberapa jam kemudian.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman balik, menyatakan bahwa setiap serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz akan dibalas dengan serangan terhadap infrastruktur kunci di Iran, termasuk jembatan atau pembangkit listrik di ibu kota Teheran. Ancaman ini menjadi bagian dari eskalasi tegang yang terus berlangsung di kawasan strategis tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya