Target Investasi 2027 Capai Rp2,322 Triliun, Dukung Pertumbuhan Ekonomi 5,8%-6,5%
Kementerian Investasi dan Hilirisasi menetapkan target realisasi investasi tahun 2027 sebesar Rp2,322 triliun, didukung anggaran tahunan Rp974,84 miliar dan fokus pada pengembangan OSS serta penguatan iklim investasi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 15.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menetapkan target realisasi investasi nasional pada tahun 2027 sebesar Rp2,322 triliun, meningkat 13,8 persen dibandingkan target tahun 2026 yang sebesar Rp2.041,3 triliun. Angka ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional dalam kisaran 5,8 hingga 6,5 persen, yang menjadi acuan utama dalam perencanaan kebijakan ekonomi jangka menengah. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menegaskan bahwa pencapaian target tersebut merupakan hasil dari kerja kolektif antara sektor publik dan swasta, serta konsistensi dalam memperbaiki ekosistem investasi.
Dukungan anggaran untuk realisasi target tersebut telah ditetapkan sebesar Rp974,84 miliar untuk tahun anggaran 2027, meningkat signifikan dari pagu indikatif 2026 sebesar Rp625,14 miliar. Kenaikan sebesar Rp349,7 miliar atau 55 persen itu dialokasikan secara strategis, terdiri dari Rp505,3 miliar untuk Program Dukungan Manajemen dan Rp469,54 miliar untuk Program Penanaman Modal dan Hilirisasi. Anggaran tambahan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas institusi dalam mendukung kebijakan peningkatan efisiensi dan kualitas layanan investasi.
Fokus utama alokasi anggaran tahun 2027 mencakup pengembangan sistem Online Single Submission (OSS) versi 2.0 senilai Rp201,8 miliar, yang ditujukan untuk meningkatkan keandalan dan skalabilitas platform layanan investasi nasional. Selain itu, sebesar Rp76,4 miliar dialokasikan untuk penguatan daya saing Indonesia dalam menarik investasi, termasuk perkuatan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC), kampanye promosi terfokus, serta survei kesiapan bisnis di tingkat daerah. Sementara Rp71,5 miliar diperuntukkan percepatan pertumbuhan industri melalui pengawalan proyek strategis nasional dan penerapan pengawasan berbasis risiko.
Rosan menegaskan bahwa meskipun pagu anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi dalam beberapa tahun terakhir cenderung menurun, realisasi investasi terus menunjukkan tren positif, dengan pencapaian 101,3 persen pada tahun 2025 dan kinerja semester pertama 2026 sesuai ekspektasi. Ia menekankan bahwa target tahun 2027, meski ambisius, tetap realistis dan hanya dapat terwujud jika seluruh pihak bekerja sama secara sinergis. Peningkatan iklim investasi, percepatan perizinan, serta penguatan sistem dukungan menjadi kunci utama dalam mewujudkan target tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Luiz Inácio Lula da Silva kembali menjabat presiden Brasil setelah menang telak dalam pemilu 2026 dengan 51,75% suara, mengalahkan Flavio Bolsonaro, putra mantan presiden.
26 Oktober 2026

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Singapura menegaskan kembali komitmen kontrak dan siap ambil langkah hukum atas pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, meski dampaknya terbatas di bawah 2% kebutuhan harian.
26 Oktober 2026

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Menteri Keuangan dan Menteri PANRB memastikan skema pembayaran gaji ASN tetap menggunakan sistem perbankan, menolak isu pengalihan ke Koperasi Desa Merah Putih yang masih wacana.
26 Oktober 2026

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tegaskan pasar modal nasional memiliki fundamental kuat dan mampu menentukan status global tanpa bergantung pada penilaian eksternal.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Keringanan Sanksi Pajak Berlaku Mulai Oktober 2026
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

IHSG Naik 4,9% di Akhir Pekan, Investor Asing Beli Bersih Rp1,28 Triliun
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

8 Komoditas Pangan Swasembada, Stok Beras Tembus 4,6 Juta Ton
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

