Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Target Investasi 2027 Capai Rp2,322 Triliun, Dukung Pertumbuhan Ekonomi 5,8%-6,5%

Kementerian Investasi dan Hilirisasi menetapkan target realisasi investasi tahun 2027 sebesar Rp2,322 triliun, didukung anggaran tahunan Rp974,84 miliar dan fokus pada pengembangan OSS serta penguatan iklim investasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 15.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Target Investasi 2027 Capai Rp2,322 Triliun, Dukung Pertumbuhan Ekonomi 5,8%-6,5%📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menetapkan target realisasi investasi nasional pada tahun 2027 sebesar Rp2,322 triliun, meningkat 13,8 persen dibandingkan target tahun 2026 yang sebesar Rp2.041,3 triliun. Angka ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional dalam kisaran 5,8 hingga 6,5 persen, yang menjadi acuan utama dalam perencanaan kebijakan ekonomi jangka menengah. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menegaskan bahwa pencapaian target tersebut merupakan hasil dari kerja kolektif antara sektor publik dan swasta, serta konsistensi dalam memperbaiki ekosistem investasi.

Dukungan anggaran untuk realisasi target tersebut telah ditetapkan sebesar Rp974,84 miliar untuk tahun anggaran 2027, meningkat signifikan dari pagu indikatif 2026 sebesar Rp625,14 miliar. Kenaikan sebesar Rp349,7 miliar atau 55 persen itu dialokasikan secara strategis, terdiri dari Rp505,3 miliar untuk Program Dukungan Manajemen dan Rp469,54 miliar untuk Program Penanaman Modal dan Hilirisasi. Anggaran tambahan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas institusi dalam mendukung kebijakan peningkatan efisiensi dan kualitas layanan investasi.

Fokus utama alokasi anggaran tahun 2027 mencakup pengembangan sistem Online Single Submission (OSS) versi 2.0 senilai Rp201,8 miliar, yang ditujukan untuk meningkatkan keandalan dan skalabilitas platform layanan investasi nasional. Selain itu, sebesar Rp76,4 miliar dialokasikan untuk penguatan daya saing Indonesia dalam menarik investasi, termasuk perkuatan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC), kampanye promosi terfokus, serta survei kesiapan bisnis di tingkat daerah. Sementara Rp71,5 miliar diperuntukkan percepatan pertumbuhan industri melalui pengawalan proyek strategis nasional dan penerapan pengawasan berbasis risiko.

Rosan menegaskan bahwa meskipun pagu anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi dalam beberapa tahun terakhir cenderung menurun, realisasi investasi terus menunjukkan tren positif, dengan pencapaian 101,3 persen pada tahun 2025 dan kinerja semester pertama 2026 sesuai ekspektasi. Ia menekankan bahwa target tahun 2027, meski ambisius, tetap realistis dan hanya dapat terwujud jika seluruh pihak bekerja sama secara sinergis. Peningkatan iklim investasi, percepatan perizinan, serta penguatan sistem dukungan menjadi kunci utama dalam mewujudkan target tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya