Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Thailand Rancang Biaya Kunjungan Rp1,3 Juta untuk Wisatawan Asing

Thailand mengusulkan biaya kunjungan sebesar Rp1,3 juta per wisatawan asing, termasuk pajak keberangkatan dan dana promosi pariwisata.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Thailand Rancang Biaya Kunjungan Rp1,3 Juta untuk Wisatawan Asing📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Thailand tengah menyusun kebijakan baru yang menaikkan biaya kunjungan bagi wisatawan asing melalui jalur udara, dengan total dana yang dipatok mencapai 2.570 baht atau sekitar Rp1,3 juta per kunjungan. Komponen utama biaya ini terdiri dari 1.120 baht sebagai layanan penumpang internasional yang dikelola oleh Airports of Thailand Public Company Limited (AOT), ditambah 450 baht sebagai biaya turis asing, serta 1.000 baht untuk pajak keberangkatan. Kenaikan biaya layanan penumpang ini akan berlaku mulai 20 Juni 2026, setelah sebelumnya hanya sebesar 730 baht.

Pengenaan biaya baru ini diusulkan oleh Kementerian Pariwisata dan Olahraga, dengan rencana penerapan bertahap. Awalnya, hanya wisatawan yang tiba melalui jalur udara yang akan dikenakan tarif, lalu diperluas ke jalur darat dan laut dalam satu tahun ke depan. Seluruh pendapatan dari biaya tersebut akan disalurkan ke Dana Promosi Pariwisata, yang akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur, restorasi destinasi, serta membiayai asuransi kesehatan bagi wisatawan yang membayar.

Pajak keberangkatan sebesar 1.000 baht per keberangkatan juga menjadi bagian dari usulan, yang akan diterapkan kepada semua penumpang, termasuk warga Thailand, baik yang bepergian melalui udara, darat, maupun laut. Pemerintah menetapkan batas maksimal tarif keberangkatan sebesar 5.000 baht per perjalanan. Meski demikian, asosiasi industri hotel Thailand (THA) menyatakan kekhawatiran, menilai kebijakan ini dapat menurunkan daya tarik destinasi dan berdampak pada rantai pasokan pariwisata, termasuk turunnya permintaan penerbangan dan bisnis lokal.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Thailand mendukung kebijakan ini secara penuh. Menteri Kesehatan Masyarakat Pattana Promphat mengungkapkan bahwa rumah sakit di berbagai wilayah mengalami kerugian akibat piutang macet dari pasien asing, dengan nilai mencapai beberapa miliar baht per tahun. Survei awal terhadap lebih dari 30 rumah sakit regional menunjukkan bahwa dari total tagihan 16,957 miliar baht, hanya 9,935 miliar baht yang berhasil dikumpulkan. Dana dari biaya kunjungan diharapkan bisa menutup celah keuangan ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya