Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Transaksi Jumbo Rp26 T di Saham BYAN Picu Pergerakan IHSG

Transaksi pasar negosiasi senilai Rp26,1 triliun pada saham BYAN menjadi yang terbesar di sesi I, memengaruhi penurunan IHSG dan menarik perhatian pasar setelah adanya penambahan kepemilikan oleh PT Jhonlin Baratama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 09.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Transaksi Jumbo Rp26 T di Saham BYAN Picu Pergerakan IHSG📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Transaksi besar terjadi di pasar negosiasi pada emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dengan nilai mencapai Rp26,10 triliun, menjadi catatan terbesar pada sesi perdagangan pertama hari ini, Rabu (7/10/2026). Pergerakan ini turut memperparah tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berada di zona merah, turun 0,551% atau 34,145 poin ke level 6.158,78 pada akhir sesi I.

Pergerakan signifikan saham BYAN terjadi menyusul informasi terkait penambahan kepemilikan saham oleh PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), kepemilikan saham BYAN naik dari 10.000.000.500 menjadi 10.084.088.370 saham biasa melalui Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) yang telah diperbarui.

Penandatanganan perjanjian awal dilakukan pada 17 September 2026, dan perubahan atas PJBS disahkan pada 1 Oktober 2026, dengan Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low sebagai penjual, serta PT Jhonlin Baratama sebagai pihak pembeli. Meski nilai transaksi besar, manajemen BYAN menegaskan bahwa kejadian ini tidak membawa dampak negatif material terhadap operasional, hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Pada sesi II, harga saham BYAN berada di Rp12.575 per saham, turun 6,51% dari penutupan sebelumnya di Rp13.450. Nilai kapitalisasi pasar emiten tersebut tercatat sebesar Rp419,17 triliun, menunjukkan kenaikan signifikan dalam volume kepemilikan yang berdampak pada dinamika pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya