Trump Bantah Kekurangan Amunisi Saat Krisis Iran
Presiden AS Donald Trump menolak tudingan kekurangan amunisi dalam konteks konflik potensial dengan Iran, menuding media yang melaporkan hal itu sebagai pengkhianat.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan tajam menanggapi laporan yang menyebutkan keterbatasan persediaan amunisi militer AS dalam konteks ketegangan dengan Iran. Dalam unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump menyerukan keberanian dan kejujuran dalam pemberitaan, dengan menyatakan bahwa informasi yang menyebutkan kekurangan amunisi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap negara. Ia menekankan bahwa upaya melaporkan kelemahan militer justru bertujuan menurunkan moral dan menggagalkan kemenangan yang sedang diraih AS.
Trump menegaskan bahwa angkatan bersenjata AS memiliki stok amunisi kelas menengah hingga tinggi dalam jumlah yang nyaris tak terbatas. Ia menilai bahwa persediaan tersebut melampaui kebutuhan operasional saat ini maupun kemungkinan konflik masa depan, meskipun peluang terjadinya perang skala besar dinilainya sangat kecil. Menurutnya, produksi amunisi sedang berlangsung pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, menunjukkan kesiapan strategis negara.
Ia juga menyoroti bahwa saat ini AS sedang memprioritaskan stok untuk kebutuhan pertahanan nasional, sehingga penjualan senjata ke negara lain sementara dihentikan. Namun, Trump menegaskan bahwa kerja sama militer dengan sekutu akan segera dipulihkan dalam waktu dekat. Dalam penjelasannya, pemerintah tetap mempertahankan kontrol penuh atas alat militer untuk menjaga stabilitas dan keunggulan strategis.
Trump menyerukan kepada publik dan media untuk berhenti menyebarkan narasi yang menyesatkan tentang kesiapan militer AS. Ia menilai bahwa laporan yang menggambarkan kekurangan amunisi justru mencerminkan ketidakpedulian terhadap keberhasilan operasi militer yang sedang berjalan. Baginya, kebenaran dalam pemberitaan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik dan kekuatan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

