Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Bantah Kekurangan Amunisi Saat Krisis Iran

Presiden AS Donald Trump menolak tudingan kekurangan amunisi dalam konteks konflik potensial dengan Iran, menuding media yang melaporkan hal itu sebagai pengkhianat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Trump Bantah Kekurangan Amunisi Saat Krisis Iran
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan tajam menanggapi laporan yang menyebutkan keterbatasan persediaan amunisi militer AS dalam konteks ketegangan dengan Iran. Dalam unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump menyerukan keberanian dan kejujuran dalam pemberitaan, dengan menyatakan bahwa informasi yang menyebutkan kekurangan amunisi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap negara. Ia menekankan bahwa upaya melaporkan kelemahan militer justru bertujuan menurunkan moral dan menggagalkan kemenangan yang sedang diraih AS.

Trump menegaskan bahwa angkatan bersenjata AS memiliki stok amunisi kelas menengah hingga tinggi dalam jumlah yang nyaris tak terbatas. Ia menilai bahwa persediaan tersebut melampaui kebutuhan operasional saat ini maupun kemungkinan konflik masa depan, meskipun peluang terjadinya perang skala besar dinilainya sangat kecil. Menurutnya, produksi amunisi sedang berlangsung pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, menunjukkan kesiapan strategis negara.

Ia juga menyoroti bahwa saat ini AS sedang memprioritaskan stok untuk kebutuhan pertahanan nasional, sehingga penjualan senjata ke negara lain sementara dihentikan. Namun, Trump menegaskan bahwa kerja sama militer dengan sekutu akan segera dipulihkan dalam waktu dekat. Dalam penjelasannya, pemerintah tetap mempertahankan kontrol penuh atas alat militer untuk menjaga stabilitas dan keunggulan strategis.

Trump menyerukan kepada publik dan media untuk berhenti menyebarkan narasi yang menyesatkan tentang kesiapan militer AS. Ia menilai bahwa laporan yang menggambarkan kekurangan amunisi justru mencerminkan ketidakpedulian terhadap keberhasilan operasi militer yang sedang berjalan. Baginya, kebenaran dalam pemberitaan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik dan kekuatan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya