Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran
Presiden AS Donald Trump dikabarkan menyiapkan serangan terbatas ke Iran untuk menekan aktivitas militer di Selat Hormuz, menyusul ketegangan berkepanjangan dan pelanggaran kesepakatan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 02.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah meninjau kembali opsi militer untuk menyerang Iran, seiring meningkatnya ketegangan di wilayah Selat Hormuz. Dalam pembahasan internal, rencana tersebut disusun oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) dan mendapat dukungan dari Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Tujuan utamanya adalah membatasi kemampuan Iran dalam melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di jalur pelayaran strategis tersebut.
Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa Iran masih berupaya mencapai kesepakatan, tetapi dinilai terlambat dan kekurangan komitmen finansial. Meski belum mencapai tahap perang skala penuh, langkah yang dipertimbangkan berupa serangan terukur yang menargetkan fasilitas rudal dan sistem pertahanan udara Iran. Istilah yang digunakan oleh pejabat militer menggambarkan operasi ini sebagai "memotong rumput", mengacu pada pendekatan bertahap dan terkendali dalam operasi militer.
Serangan terakhir dilakukan AS pada Minggu, menargetkan fasilitas di pulau dekat Selat Hormuz. Iran menanggapi dengan menyerang sasaran militer AS di Timur Tengah, memicu siklus balas dendam. Trump pun kembali menegaskan sikap tegas, menyatakan bahwa AS akan merespons dengan kekuatan besar dan memberikan balasan yang sesuai.
Ketegangan ini berawal dari serangan saling berkepanjangan pada akhir Februari, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta pejabat utama bidang pertahanan. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke Israel dan pangkalan militer AS. Meski sempat terjadi gencatan senjata pada April dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Juni, AS dinilai sering melanggar kesepakatan tersebut, melemahkan kepercayaan dari pihak Iran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


