Trump Sebut Konflik Iran Tak Sebanding dengan Bantuan Militer ke Ukraina
Trump menegaskan konflik militer dengan Iran relatif kecil dibandingkan alokasi senjata AS sebesar USD300 miliar untuk Ukraina di bawah pemerintahan Biden.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 09.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran tidak dapat dikategorikan sebagai perang besar dalam konteks anggaran dan sumber daya AS. Ia menekankan bahwa upaya militer di Timur Tengah, termasuk serangan terhadap fasilitas roket di Pulau Larak, merupakan tindakan terukur yang tidak mengancam keberlanjutan strategi pertahanan negara. Pernyataan ini disampaikan dalam sesi tanya jawab di Ruang Oval, menyusul meningkatnya ketegangan pasca-serangan rudal dari Teheran terhadap pangkalan militer AS di Yordania dan Uni Emirat Arab.
Trump menyoroti perbedaan skala antara konflik dengan Iran dan dukungan militer yang diberikan kepada Ukraina. Ia menegaskan bahwa dalam empat tahun terakhir, AS telah menyuplai senjata bernilai USD300 miliar secara gratis ke Kiev, yang jauh lebih besar dibandingkan jumlah amunisi yang digunakan dalam operasi terhadap Iran. Menurutnya, alokasi tersebut mencerminkan prioritas strategis yang lebih besar terhadap Ukraina dalam konteks geopolitik global.
Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki cadangan logistik dan peralatan militer yang melimpah di berbagai wilayah dunia, sehingga tidak perlu khawatir terhadap keterbatasan pasokan saat menghadapi eskalasi di Timur Tengah. “Kami memiliki begitu banyak persenjataan tersebar di seluruh dunia, dan bisa dengan cepat mengisi ulang jika diperlukan,” ujarnya, menekankan kesiapan operasional militer AS.
Trump menilai bahwa isu kehabisan sumber daya militer akibat operasi di Timur Tengah adalah kekhawatiran yang tidak proporsional. Ia menekankan bahwa anggaran yang digunakan untuk perang di Ukraina jauh lebih besar dan lebih berdampak dibandingkan penggunaan alat tempur dalam konflik terbatas dengan Iran. Dengan demikian, menurutnya, operasi tersebut tidak mengganggu kemandirian strategis AS di wilayah lain.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


