Trump Serukan Adili Pemimpin Iran, Klaim Negara Sudah "Matikan
Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran telah menjadi negara gagal dan meminta pemimpinnya diadili atas dugaan kejahatan perang terhadap kemanusiaan, menyusul serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS di Yordania.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 22.30 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 10x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengeluarkan pernyataan tegas yang memicu ketegangan diplomatik internasional dengan menyatakan bahwa Iran telah "mati" secara politik dan institusional. Dalam pernyataan yang disampaikan kepada media nasional, Trump menekankan bahwa negara itu tidak lagi memiliki struktur pemerintahan yang efektif, dengan angkatan bersenjata yang hancur, mata uang yang tidak stabil, serta inflasi mencapai 300%. Ia menilai kepemimpinan Teheran berada dalam kekacauan total dan tidak mampu mewakili rakyatnya secara sah.
Eskalasi pernyataan ini muncul setelah Iran melancarkan serangan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Yordania, menanggapi serangan udara AS terhadap Pulau Larak. Trump menegaskan bahwa respons tersebut akan diperkuat dengan tindakan balasan tegas, menekankan komitmen pemerintahnya untuk menjaga keamanan militer Amerika di kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa negara-negara yang menyerang AS harus menghadapi konsekuensi berat, dengan menekankan bahwa “akan ada tanggapan”.
Dalam pernyataannya, Trump juga menyebut bahwa jumlah korban tewas dalam kerusuhan internal Iran telah mencapai lebih dari 100.000 jiwa, angka yang jauh melampaui laporan resmi Iran yang menyebutkan 3.117 korban, termasuk anggota keamanan. Ia menyalahkan pemerintah Iran atas kematian massal tersebut, dengan menuding rezim tersebut membunuh demonstran secara brutal. Namun, tidak disertai bukti independen atau sumber resmi yang mendukung angka tersebut.
Iran, sementara itu, menolak tudingan dan menuduh AS melakukan kejahatan perang dengan menargetkan warga sipil, termasuk serangan udara di sekolah khusus perempuan di Minab yang menewaskan 168 orang, sebagian besar anak-anak. Pihak Iran menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang serius. Di sisi lain, pemerintah AS telah menghentikan kerja sama dengan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) setelah lembaga itu mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Trump menegaskan bahwa tindakan keras terhadap Iran harus diperkuat karena hanya kekerasan dan propaganda yang masih menjadi alat utama rezim Teheran untuk bertahan. Ia menyebut bahwa keberadaan pemerintah Iran bergantung pada kebohongan dan kebrutalan terhadap rakyatnya. Namun, kenyataan bahwa Iran tetap stabil secara politik dan militernya terus beroperasi menunjukkan bahwa klaim “negara mati” belum terbukti.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

