Trump Tunda Eskalasi Militer demi Elektoral
Pemerintahan Trump memilih menahan serangan lanjutan ke Iran hingga setelah pemilu paruh waktu, demi menghindari dampak politik negatif terhadap Partai Republik.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 07.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kebijakan strategis Amerika Serikat terhadap Iran kini berada dalam masa penahanan sementara, dengan fokus utama menjaga stabilitas politik menjelang pemungutan suara bulan November. Meskipun eskalasi militer baru-baru ini terjadi, termasuk serangan terhadap fasilitas di Pulau Larak dan respons rudal Iran ke Yordania serta Uni Emirat Arab, pihak Gedung Putih memutuskan untuk tidak melanjutkan perang secara luas. Keputusan ini didorong oleh kekhawatiran terhadap popularitas presiden dan kemenangan partai di Senat serta DPR, yang saat ini sedang dalam kondisi rapuh.
Pemerintah AS kini lebih mengandalkan tekanan ekonomi sebagai alat utama, termasuk blokade laut paling ketat dalam sejarah dan sanksi yang melumpahkan ekonomi Iran. Namun, upaya ini belum membuahkan hasil dalam menekan Teheran untuk kembali ke meja perundingan. Seorang pejabat senior menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah menjaga stabilitas internal AS, terlebih karena hanya 31 persen warga yang mendukung perang, sementara 63 persen menolaknya akibat lonjakan harga energi.
Analis menilai Iran kini semakin percaya diri karena minimnya tekanan domestik, sehingga terus melakukan provokasi secara berkala. Mereka menilai bahwa tujuan utama AS bukan menyelesaikan konflik, melainkan memperbesar tekanan ekonomi secara berkelanjutan. Di sisi lain, Presiden Trump sendiri menyampaikan ancaman tegas melalui platform media sosial, menyebut serangan lebih besar akan datang jika Iran melawan. Namun, ia menegaskan bahwa kampanye militer tidak akan berlangsung lama dan menolak kaitan dengan kepentingan pemilu.
Dalam praktik, militer AS menghadapi keterbatasan logistik, termasuk kehabisan stok rudal presisi yang digunakan dalam operasi terakhir. Kepala tiga angkatan bersenjata telah memperingatkan Pentagon bahwa perpanjangan konflik berisiko mengganggu kesiapan militer di wilayah lain. Meskipun Pentagon membantah adanya keterbatasan, pihak Gedung Putih tetap mempertahankan pendekatan berbasis tekanan ekonomi. Sekutu Teluk juga mendukung pendekatan tenang, namun keterbatasan efektivitas sanksi semakin terasa karena China menolak bergabung dalam isolasi internasional terhadap Iran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK RI Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.28 WITA

Ekonomi Kreatif Dorong PDRB Jakarta Capai Rp410 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.27 WITA

Empat Acara Besar Serentak di Senayan Picu Pengalihan Lalu Lintas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.27 WITA

Elektabilitas PSI Berada di Bawah NasDem dalam Survei IPO
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.25 WITA

Gubernur Kalbar Tekankan Penyelesaian BBM dan Listrik dalam Rapat Koordinasi
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.24 WITA

Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Gagal Digagalkan Tim Gabungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.23 WITA

Cak Imin Dorong Pemberdayaan bagi Penerima Bansos
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.23 WITA

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Fokus Tindak Pengguna HP dan Pelanggaran Berbahaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.22 WITA

