Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Usul Ganti Nama Selat Hormuz Jadi Selat Trump

Presiden AS Donald Trump mengusulkan perubahan nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump dalam unggahan di platform media sosial, menyusul klaim pengendalian atas jalur strategis tersebut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Trump Usul Ganti Nama Selat Hormuz Jadi Selat Trump
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan mengusulkan perubahan nama Selat Hormuz menjadi "Selat Trump" dalam sebuah unggahan di Truth Social. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat kini berada di bawah kendali penuh atas kawasan tersebut, sekaligus mempertanyakan kelayakan nama geografis yang tetap dipertahankan. Unggahan itu disertai pernyataan bahwa wilayah tersebut akan menjadi "lebih panas" dari sebelumnya, menandai sikap tegas dalam politik luar negeri yang dijalankannya.

Pernyataan Trump tersebut muncul dalam konteks ketegangan geopolitik dengan Iran, yang diperparah oleh kebijakan militer dan diplomatik yang diambil pemerintahannya. Saat dimintai konfirmasi oleh wartawan di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa gagasan tersebut bukan rencana serius, melainkan bentuk kritik satir terhadap dinamika perubahan nama geografis yang kini sedang ramai dibicarakan. Ia menekankan bahwa perubahan nama merupakan bagian dari kebijakan konsisten yang dijalankan pemerintahnya dalam beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, Trump juga telah memerintahkan penggantian nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika, serta Teluk Meksiko diganti menjadi Teluk Amerika. Langkah-langkah tersebut telah memicu perdebatan luas di kalangan ilmuwan, sejarawan, dan masyarakat sipil. Dalam konteks yang sama, Trump sebelumnya telah menyebarluaskan peta digital yang menampilkan Selat Hormuz dengan nama alternatif, menunjukkan bahwa gagasan tersebut bukan sekadar spontanitas, melainkan bagian dari pola kebijakan yang konsisten.

Kritik pun datang dari Senator independen Bernie Sanders, yang menyoroti ketidakrealistisan usulan tersebut. Ia menekankan bahwa masyarakat AS lebih menginginkan penyelesaian damai atas konflik dengan Iran daripada perubahan simbolik. Sanders menyebut perang tersebut ilegal dan menyalahkan eskalasi harga energi, yang kini mencapai $5,69 per galon untuk solar dan $4,12 untuk bensin. Ia menyerukan kepada Trump untuk bertindak sebagai pemimpin, bukan sebagai "raja gila".

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya