Turki Perkuat Kolaborasi Militer dengan Libya Timur
Kerja sama teknis dan militer antara Turki dan otoritas Libya timur meningkat, termasuk pelatihan perwira dan pembangunan fasilitas pertahanan, didukung koordinasi dengan Mesir.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Turki kini memperdalam kemitraan militer dengan otoritas de facto di wilayah timur Libya, menandai pergeseran dari sikap netral ke bentuk kerja sama konkret. Kolaborasi ini mencakup pembangunan fasilitas militer, pemasangan sistem radar canggih, serta pelatihan bagi perwira Libya di Ankara, melibatkan sejumlah perusahaan pertahanan Turki. Langkah ini terjadi meski belum ada pengumuman resmi mengenai pembentukan pangkalan tetap atau penempatan pesawat nirawak.
Kerja sama tersebut melibatkan Wakil Komandan Pasukan Timur, Saddam Haftar, yang secara langsung memimpin pembicaraan dengan Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki. Meskipun tidak ada pernyataan resmi yang menyebutkan penempatan militer permanen, dinamika hubungan menunjukkan intensifikasi koordinasi teknis yang signifikan antara kedua pihak.
Kekhawatiran dari Mesir—yang sebelumnya menjadi sekutu dekat Khalifa Haftar—tidak muncul, justru muncul koordinasi erat antara Kairo dan Ankara dalam isu Libya. Menurut sumber yang dikutip, semua inisiatif Turki di Libya dilakukan dalam kerangka konsultasi dengan otoritas Mesir. Direktur Arab Foundation for Development Strategic Studies, Samir Ragheb, menyatakan bahwa hubungan bilateral kini mencapai tingkat koordinasi tinggi, bahkan dalam isu Sudan, di mana kedua negara mendukung angkatan bersenjata Sudan melawan RSF.
Pendekatan ini dinilai strategis bagi Mesir, karena membantu membatasi dukungan LNA terhadap kelompok militer yang bertentangan dengan kepentingan Kairo di Tanduk Afrika. Selain itu, kehadiran Turki di wilayah selatan Libya dianggap tidak mengancam kepentingan Mesir secara langsung, mengingat lokasinya jauh dari perbatasan. Bahkan, hal ini dibuka sebagai peluang untuk memperkuat kerja sama keamanan di kawasan Sahel dan Sahara.
Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah mendapatkan pengakuan dari otoritas Libya timur terhadap perjanjian batas maritim 2019 yang ditandatangani Ankara dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA). Mesir sendiri tidak menolak perjanjian tersebut, menunjukkan adanya kesepahaman politik. Namun, pakar keamanan Libya, Faisal Bualraiga, menekankan bahwa hingga kini belum terjadi aliansi strategis resmi, dan kehadiran militer permanen di dekat perbatasan Mesir atau Aljazair tetap menjadi isu sensitif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


