Ukraina Ancam Tutup Wilayah Udara Rusia dengan Drone
Presiden Zelensky peringatkan maskapai global soal risiko penerbangan di atas wilayah Rusia akibat ancaman drone, sementara Putin sebut pernyataan itu deklarasi terorisme negara.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 17.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Presiden Ukraina Vladimir Zelensky secara tegas menyatakan bahwa seluruh ruang udara Rusia kini berada dalam kondisi tidak aman bagi penerbangan sipil. Dalam pernyataan video yang disebar melalui Telegram, ia menekankan bahwa setiap pesawat yang melintas di atas wilayah Rusia, termasuk rute yang melibatkan bandara utama seperti Moskow dan St. Petersburg, berpotensi menjadi sasaran drone militer Ukraina. Ancaman ini dikeluarkan sebagai respons atas terus meningkatnya serangan jarak jauh yang menargetkan infrastruktur strategis dan fasilitas sipil di dalam wilayah Rusia.
Kementerian Pertahanan Ukraina telah memperluas operasi drone ke wilayah yang lebih dalam di dalam Rusia, termasuk area yang sebelumnya dianggap aman. Serangan-serangan tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas bandara, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan penerbangan komersial. Zelensky menegaskan bahwa langit Rusia kini telah "digelapkan" oleh operasi drone, sehingga tidak lagi layak digunakan oleh penerbangan umum, dan menyerukan agar perusahaan penerbangan, asuransi, serta entitas lain yang terlibat dalam operasi di wilayah tersebut segera mengevaluasi risikonya.
Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi ancaman tersebut dengan tegas, menyebut pernyataan Zelensky sebagai "deklarasi terorisme negara". Dalam konferensi pers pada KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai di Bishkek, ia menekankan bahwa tindakan semacam itu menggagalkan upaya diplomasi yang pernah diusulkan. Menurut Putin, negara yang menggunakan kekerasan terhadap sasaran sipil tidak dapat dianggap sebagai mitra dalam perundingan damai, dan klaim Ukraina soal keinginan menyelesaikan konflik secara damai dianggap tidak kredibel.
Dengan tindakan ini, Ukraina menunjukkan strategi baru dalam perang yang meluas ke wilayah udara musuh, sementara Rusia menilai bahwa ancaman semacam itu justru memperkeruh peluang dialog. Kedua belah pihak kini berada dalam posisi saling menolak legitimasi, sementara dunia mengamati dampak dari eskalasi yang menyentuh aspek penerbangan internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA


