UPR dan Polda Kalteng Uji Cairan Pemadam Alami untuk Karhutla
UPR dan Polda Kalimantan Tengah menguji cairan pemadam berbasis sabun asal Jepang sebagai solusi efektif memadamkan kebakaran hutan dan lahan di area gambut.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Universitas Palangka Raya (UPR) melakukan uji coba teknologi pemadaman berbasis alam dengan mengunakan Shabondama Natural Foam, cairan pemadam berbahan dasar sabun dari Jepang. Uji coba digelar di area kampus UPR pada hari Kamis, 3 September, sebagai respons terhadap kian meluasnya ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan gambut yang rentan terbakar dan sulit dipadamkan dengan metode konvensional.
Hasil awal uji coba menunjukkan bahwa cairan ini mampu membentuk busa yang stabil dan menyebar luas, mampu menahan kelembapan lebih lama di tanah gambut. Dengan demikian, cairan ini diharapkan dapat mempercepat proses pembasahan tanah dan mencegah kembali terjadinya kebakaran. Pihak UPR menekankan bahwa inovasi ini menjadi langkah strategis untuk menekan durasi dan intensitas kebakaran, terutama pada musim kemarau yang berpotensi memicu karhutla massal.
Kerja sama antara UPR dan Polda Kalteng dalam uji coba ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif memperkuat sistem penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan teknologi lokal dan inovasi asing yang ramah lingkungan, diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada alat berat dan bahan kimia berbahaya. Hasil uji coba akan dievaluasi secara menyeluruh untuk mempertimbangkan skala penggunaan lebih luas di wilayah rawan kebakaran.
Tujuan utama dari uji coba ini adalah menemukan solusi pemadaman yang efisien, aman bagi lingkungan, dan dapat diakses secara luas oleh instansi terkait. Dengan pendekatan berbasis sains dan teknologi ramah lingkungan, diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekosistem gambut sekaligus melindungi masyarakat dari dampak asap dan kerusakan lingkungan akibat kebakaran hutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


