Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

UPR dan Polda Kalteng Uji Cairan Pemadam Alami untuk Karhutla

UPR dan Polda Kalimantan Tengah menguji cairan pemadam berbasis sabun asal Jepang sebagai solusi efektif memadamkan kebakaran hutan dan lahan di area gambut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
UPR dan Polda Kalteng Uji Cairan Pemadam Alami untuk Karhutla
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Universitas Palangka Raya (UPR) melakukan uji coba teknologi pemadaman berbasis alam dengan mengunakan Shabondama Natural Foam, cairan pemadam berbahan dasar sabun dari Jepang. Uji coba digelar di area kampus UPR pada hari Kamis, 3 September, sebagai respons terhadap kian meluasnya ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan gambut yang rentan terbakar dan sulit dipadamkan dengan metode konvensional.

Hasil awal uji coba menunjukkan bahwa cairan ini mampu membentuk busa yang stabil dan menyebar luas, mampu menahan kelembapan lebih lama di tanah gambut. Dengan demikian, cairan ini diharapkan dapat mempercepat proses pembasahan tanah dan mencegah kembali terjadinya kebakaran. Pihak UPR menekankan bahwa inovasi ini menjadi langkah strategis untuk menekan durasi dan intensitas kebakaran, terutama pada musim kemarau yang berpotensi memicu karhutla massal.

Kerja sama antara UPR dan Polda Kalteng dalam uji coba ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif memperkuat sistem penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan teknologi lokal dan inovasi asing yang ramah lingkungan, diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada alat berat dan bahan kimia berbahaya. Hasil uji coba akan dievaluasi secara menyeluruh untuk mempertimbangkan skala penggunaan lebih luas di wilayah rawan kebakaran.

Tujuan utama dari uji coba ini adalah menemukan solusi pemadaman yang efisien, aman bagi lingkungan, dan dapat diakses secara luas oleh instansi terkait. Dengan pendekatan berbasis sains dan teknologi ramah lingkungan, diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekosistem gambut sekaligus melindungi masyarakat dari dampak asap dan kerusakan lingkungan akibat kebakaran hutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya