Vaksin HPV Aman, Tidak Picu Kemandulan atau Gangguan Haid
Pakar kesehatan reproduksi menegaskan vaksin HPV aman dan tidak menyebabkan kemandulan, gangguan haid, atau kerusakan rahim, sesuai data ilmiah global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 10x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Vaksinasi terhadap Human papillomavirus (HPV) kini menjadi fokus utama dalam pencegahan kanker serviks dan penyakit menular seksual di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Tenggara. Meski demikian, masih berkembang mitos di masyarakat bahwa vaksin ini dapat menyebabkan rahim kering, gangguan menstruasi, bahkan kemandulan. Penjelasan medis dari ahli spesialis kandungan dan fertilitas menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar dan tidak didukung oleh bukti ilmiah.
Profesor Budi Wiweko, dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas, menegaskan bahwa vaksin HPV tidak berdampak negatif terhadap organ reproduksi perempuan. Ia menekankan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menghubungkan vaksin dengan penurunan kesuburan atau gangguan haid. Sebaliknya, vaksin ini dirancang untuk melindungi tubuh dari infeksi virus yang dapat menyebabkan kanker serviks, kanker penis, kanker anus, serta kanker orofaring.
Penularan HPV terjadi melalui kontak fisik langsung, termasuk aktivitas seksual vaginal, anal, dan oral, bahkan bisa menular saat persalinan normal dari ibu ke bayi. Dengan demikian, vaksinasi menjadi langkah strategis untuk memutus rantai penyebaran virus berbahaya ini. Di tingkat global, baik WHO maupun Kementerian Kesehatan RI telah mendorong pemberian vaksin HPV secara luas, termasuk pada anak laki-laki dan perempuan usia sekolah.
Pada anak perempuan, vaksin diberikan dalam satu dosis pada usia 11 tahun, dengan imunisasi kejar untuk usia 12 dan 15 tahun. Sementara untuk anak laki-laki, pemberian juga dilakukan satu dosis, dengan penekanan pada usia 12 tahun untuk imunisasi kejar. Kebijakan ini bertujuan mencapai cakupan tinggi dan melindungi generasi muda dari ancaman kanker yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Kendari Ungguli Daerah Lain dalam Literasi Keuangan Anak
Kota Kendari dinobatkan sebagai kota terbaik dalam implementasi program KEJAR, menunjukkan keberhasilan dalam membangun literasi keuangan sejak usia dini melalui pendekatan berkelanjutan dan kolaboratif.
25 Oktober 2026
BPBD Sultra Siagakan 24 Jam Hadapi Bencana Musim Hujan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tenggara siaga penuh selama musim hujan, siapkan mobil tangki dan layanan darurat 112 untuk respon cepat bencana.
25 Oktober 2026
Kapolresta Kendari Perkuat Kerukunan Melalui Kerja Sama dengan FKUB
Kapolresta Kendari bersinergi dengan FKUB untuk meningkatkan kerukunan umat beragama dan keamanan publik melalui dialog rutin dan program pencegahan konflik.
25 Oktober 2026

Polda Sultra Gelar Minggu Kasih di Galilea Baruga, Tekankan Sinergi dan Pencegahan Narkoba
Polda Sultra gelar Minggu Kasih di Gereja Galilea Baruga, fokus pada penguatan sinergi kepolisian-masyarakat dan imbauan pencegahan narkoba.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

