Video AI Lego Ungkap Tragedi Pesta Pernikahan di Iran Akibat Serangan AS
Animasi AI berbentuk Lego yang dirilis kelompok pro-Iran menggambarkan serangan AS yang menewaskan lima warga sipil, termasuk anak-anak, dalam peristiwa di Sirik, Hormozgan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Sebuah animasi berbasis kecerdasan buatan dengan gaya Lego telah diproduksi oleh kelompok pro-Iran untuk menggambarkan serangan militer Amerika Serikat yang menewaskan lima warga sipil di wilayah Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran selatan. Dalam narasi yang disampaikan, serangan itu terjadi saat sebuah acara pernikahan sedang berlangsung, mengubah suasana kebahagiaan menjadi duka mendalam. Video tersebut menyoroti dampak kekerasan militer terhadap warga sipil, khususnya anak-anak dan perempuan, yang menjadi korban dalam insiden yang diklaim sebagai akibat dari operasi AS di dekat Selat Hormuz.
Menurut laporan resmi dari otoritas Iran, serangan tersebut menyebabkan lebih dari 60 orang terluka, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Dua korban tewas yang teridentifikasi adalah seorang anak berusia empat tahun dan seorang remaja berusia 16 tahun. Lokasi kejadian, Kuhestak, menunjukkan kerusakan parah pada bangunan tempat tinggal dan tumpukan puing yang tersebar di sekitar area, yang juga direkam secara langsung oleh media lokal dan kemudian dikonfirmasi sebagai bukti kerusakan akibat serangan udara.
Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa, ketika AS melancarkan serangan terhadap lokasi militer yang dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dengan alasan menanggapi ancaman terhadap pelayaran komersial dan pasukan AS. Respons Iran segera menyusul dengan serangkaian serangan rudal dan drone terhadap fasilitas militer AS di kawasan tersebut, memperburuk ketegangan regional. Video animasi tersebut kemudian tersebar luas di media Iran pada hari Rabu sebagai bagian dari narasi perlawanan dan protes terhadap tindakan militer AS.
Dengan memanfaatkan teknologi animasi AI dan estetika Lego yang kontras dengan kekejaman isi, produksi ini dirancang untuk menarik perhatian global dan menyampaikan pesan moral tentang konsekuensi manusiawi dari konflik militer. Tujuannya adalah menggambarkan kekejaman serangan terhadap warga sipil secara dramatis namun tetap berbasis fakta, tanpa menyimpang dari data yang dikonfirmasi oleh pihak berwenang Iran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

