WNI Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Paspor Dibuat di Depok untuk Wisata
Seorang warga Depok yang diduga menjadi tentara bayaran Rusia pernah mengurus paspor dengan alasan wisata ke Malaysia dan mendukung usaha online.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 00.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial WOI, yang kini menjadi perhatian karena diduga menjadi tentara bayaran Rusia, tercatat pernah mengurus paspor di Kantor Imigrasi Depok pada 6 April 2026. Proses tersebut dilakukan sesuai standar operasional melalui layanan M-Paspor, yang merupakan sistem digital resmi pemerintah. Kepala Imigrasi Depok, Ivan Triansyah, memastikan bahwa seluruh prosedur administrasi dan verifikasi telah dilalui secara ketat sesuai aturan.
Dalam wawancara saat pengurusan paspor, WOI menyatakan tujuan pembuatan paspor adalah untuk berwisata ke Malaysia. Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mendukung usahanya sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang penjualan sepatu dan tas merek ternama secara daring. Ivan menegaskan bahwa selama proses pemeriksaan, tidak ditemukan indikasi atau petunjuk bahwa WOI berniat pergi ke Rusia atau terlibat dalam aktivitas militer.
Kejadian ini menjadi bahan evaluasi internal bagi imigrasi setempat guna memperketat proses wawancara dalam pengurusan dokumen perjalanan. Pihak Imigrasi Depok menyadari meningkatnya isu perekrutan warga negara Indonesia untuk kepentingan militer asing, sehingga perlu peningkatan kewaspadaan dalam memverifikasi tujuan perjalanan. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif terhadap potensi penyalahgunaan dokumen keimigrasian.
Pemerintah Indonesia telah mengonfirmasi bahwa sedang melakukan verifikasi menyeluruh atas informasi yang beredar mengenai delapan WNI yang diduga menjadi tentara bayaran Rusia. Koordinasi intensif dilakukan antara Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di luar negeri. Secara hukum, keikutsertaan WNI dalam angkatan bersenjata negara asing dilarang dan dapat berdampak pada status kewarganegaraan, asalkan terbukti secara hukum.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa perekrutan delapan WNI tersebut dilakukan melalui negara pihak ketiga yang menyamar sebagai pemberi pekerjaan di bidang keamanan dan administrasi. Menurutnya, para warga negara itu direkrut dengan iming-iming gaji tinggi dan posisi yang terkesan biasa, namun akhirnya dikirim ke Rusia sebagai tentara. Ia menekankan bahwa otoritas intelijen dan Kementerian Luar Negeri telah menangani kasus ini secara serius dan berkoordinasi untuk antisipasi lebih lanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

