Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Xi Jinping Dijadwalkan Kunjungi AS, Trump Soroti Sikap China di Hormuz

Presiden AS Donald Trump menyampaikan apresiasi terhadap China yang dinilai tidak turut campur dalam ketegangan di Selat Hormuz, menjelang kunjungan Presiden Xi Jinping ke Washington dalam beberapa pekan ke depan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 03.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Xi Jinping Dijadwalkan Kunjungi AS, Trump Soroti Sikap China di Hormuz
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan antusiasme menyambut kedatangan Presiden China Xi Jinping dalam kunjungan resmi ke Washington DC dalam waktu dekat. Ia menekankan hubungan bilateral yang dinilai tetap positif, meski tidak menyertakan detail waktu pasti kunjungan tersebut. Dalam pernyataan terbaru, Trump menekankan bahwa kedua pemimpin memiliki komunikasi yang baik dan saling menghargai.

Trump menyoroti sikap China yang dinilai netral dalam konflik di Selat Hormuz, wilayah strategis yang menjadi pusat ketegangan antara AS dan Iran. Ia menyebut China relatif tidak terlibat secara aktif dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya. “Dia (Xi) cukup bijak dalam menahan diri. Tidak seperti yang seharusnya dilakukan,” ujarnya, menekankan pentingnya kebijakan luar negeri yang menahan diri dalam krisis geopolitik.

Pernyataan tersebut turut menyoroti pergeseran sikap AS terhadap China dalam beberapa tahun terakhir. Trump menegaskan bahwa meski hubungan dengan China sempat memburuk di era sebelumnya, kini ia merasa China mulai menghargai AS. Ia menyebut bahwa di masa lalu, China pernah meremehkan Amerika, tetapi kini terjadi perubahan yang menunjukkan rasa hormat yang lebih besar.

Di sisi lain, kebijakan AS terhadap sektor keuangan China juga menunjukkan pergeseran. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa rencana penjatuhan sanksi kepada bank-bank China tidak akan dilanjutkan, meskipun sebelumnya sempat menjadi pertimbangan. Hal ini mencerminkan upaya menyeimbangkan tekanan terhadap Iran tanpa memperkeruh hubungan dengan China, yang tetap menjadi mitra penting dalam isu-isu global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya