Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Perluas Tes Testosteron untuk Militer Usia 30 Tahun ke Atas

Pentagon mulai mewajibkan penapisan testosteron bagi prajurit pria berusia 30 tahun ke atas guna meningkatkan kesiapan fisik dan energi operasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 10.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
AS Perluas Tes Testosteron untuk Militer Usia 30 Tahun ke Atas
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Departemen Pertahanan Amerika Serikat telah meluncurkan kebijakan baru yang mengharuskan penapisan rutin defisiensi testosteron bagi seluruh anggota militer aktif dan cadangan pria berusia 30 tahun ke atas. Kebijakan ini berlaku segera setelah dikeluarkan sebagai panduan klinis resmi, menyusul pengumuman Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Juli 2026. Tujuan utamanya adalah menciptakan standar nasional dalam identifikasi dan penanganan gangguan hormon yang dapat memengaruhi performa fisik dan mental prajurit.

Pemeriksaan dilakukan melalui tes darah yang rutin dilakukan pada pria usia 30 tahun ke atas, sementara pria di bawah usia tersebut hanya dites jika ada indikasi klinis atau permintaan medis khusus. Untuk prajurit wanita, tes testosteron tidak diwajibkan secara umum, tetapi mereka wajib menjalani penilaian terhadap gejala kelelahan kronis dan gangguan siklus menstruasi—dugaan awal dari ketidakseimbangan hormon yang berdampak pada ketersediaan energi.

Dokumen juga menetapkan kriteria penggunaan testosteron di luar indikasi resmi (off-label) pada wanita, terutama bagi mereka yang telah melewati masa menopause dan mengalami penurunan gairah seksual yang signifikan. Keputusan ini menunjukkan pendekatan yang lebih terstruktur dalam menangani permasalahan hormonal yang berpotensi mengganggu kinerja militer.

Namun, kebijakan ini memicu kritik dari kalangan profesional kesehatan yang mempertanyakan dasar ilmiahnya. Beberapa dokter menyatakan bahwa belum ada bukti kuat bahwa penapisan universal testosteron rendah akan meningkatkan kesiapan tempur. Mereka juga mengkhawatirkan risiko perawatan yang tidak perlu atau bahkan berbahaya akibat penerapan yang terlalu luas. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pun telah merencanakan rapat ahli pada pertengahan September untuk meninjau lebih dalam penggunaan medis testosteron dalam konteks militer.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya