Asuransi Jiwa Perluas Produk Unitlink Berbasis Mata Uang Asing
Great Eastern Life Indonesia meluncurkan unitlink berbasis dolar Singapura, menjadi yang pertama di pasar, dengan kontribusi lebih dari 50% terhadap produksi bancassurance hingga Agustus 2026.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 1 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan asuransi jiwa di Indonesia kembali menunjukkan inovasi produk dengan memperluas pilihan mata uang dalam produk asuransi berbasis investasi. Great Eastern Life Indonesia resmi meluncurkan GREAT Investlink Protection berbasis dolar Singapura (SGD) pada bulan Mei 2026, menjadi pemain pertama yang menawarkan unitlink dengan mata uang asing tersebut di pasar domestik. Langkah ini menunjukkan respons terhadap tren kebutuhan perlindungan dan investasi yang lebih fleksibel, terutama bagi nasabah dengan eksposur atau kebutuhan finansial dalam mata uang asing.
Produk baru ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperkuat portofolio asuransi berbasis investasi. Hanya dalam waktu kurang dari empat bulan sejak diluncurkan, GREAT Investlink Protection telah mencatat kontribusi signifikan terhadap total produksi bancassurance hingga Agustus 2026, mencapai lebih dari 50% dari total produksi year-to-date. Angka ini menegaskan minat kuat dari nasabah terhadap solusi keuangan yang bisa disesuaikan dengan berbagai tujuan finansial jangka panjang, termasuk perlindungan dan pertumbuhan nilai aset.
Data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendukung tren positif tersebut. Pada Semester I 2026, premi produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) tumbuh 10,3% menjadi Rp35,73 triliun, sementara premi bisnis baru naik 34,5% mencapai Rp19,78 triliun. Di sisi pembayaran, premi tunggal meningkat 26,3% menjadi Rp40,76 triliun, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap produk dengan potensi pertumbuhan jangka panjang. Bancassurance tetap menjadi saluran utama distribusi, menyumbang Rp41,58 triliun atau tumbuh 17,9% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Presiden Direktur Great Eastern Life Indonesia, Nina Ong, menegaskan bahwa peluncuran produk berbasis SGD mencerminkan respons terhadap dinamika ekonomi global dan kebutuhan nasabah yang semakin kompleks. Ia menyatakan bahwa produk ini bukan hanya menjawab kebutuhan proteksi, tetapi juga menjadi alat diversifikasi aset dalam mata uang yang stabil. Keberhasilan produk dalam waktu singkat menunjukkan kesiapan pasar terhadap inovasi produk yang memadukan perlindungan dengan fleksibilitas investasi dalam mata uang asing.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kecepatan dan Stabilitas Jadi Kunci Pilihan Aplikasi Perbankan Digital
Survei menunjukkan kecepatan transaksi dan stabilitas sistem jadi faktor utama pengguna memilih aplikasi bank digital, di atas fitur atau kemudahan navigasi.
1 Oktober 2026

Pemerintah Perluas Pajak Gaji Di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Tahun Depan
Pemerintah akan memperluas insentif pajak penghasilan yang ditanggung negara mulai 2027, mencakup seluruh pekerja dengan gaji di bawah Rp10 juta di semua sektor.
1 Oktober 2026

Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi untuk Dorong Daya Beli 2026–2027
Pemerintah sedang menyusun paket stimulus ekonomi besar untuk memperkuat daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan hingga 2027, dengan fokus pada bantuan pangan, subsidi upah, dan insentif perumahan.
1 Oktober 2026

OJK Cabut Izin PT Credit Saison Indonesia Finance
OJK mencabut izin usaha PT Credit Saison Indonesia Finance karena perusahaan dinilai tidak mampu pulih meski diberi waktu perbaikan.
1 Oktober 2026
Berita Lainnya

Produksi Veloz HEV Fokus Pasar Dalam Negeri
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.15 WITA

Blokir STNK Setelah Jual Beli Kendaraan Secara Online
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.14 WITA

Fenomena Langit Oktober 2026: Saturnus Hingga Meteor Orionid
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.06 WITA

Pengusaha Minta RUU Ketenagakerjaan Seimbang, Jaga Daya Saing
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.06 WITA

Ledakan Pipa Gas Rusak Tiga Pembangkit Listrik di Suriah
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.05 WITA

Pengusaha Logistik Dorong Pertahanan Skema Outsourcing
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.05 WITA

Kopilot Flydubai Diduga Serang Kapten, Pesawat Darurat di Tabuk
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.05 WITA

Industri Rokok Kretek Soroti Dampak RUU Ketenagakerjaan di Tengah Kontraksi Produksi
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.05 WITA

