Kamis, 1 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asuransi Jiwa Perluas Produk Unitlink Berbasis Mata Uang Asing

Great Eastern Life Indonesia meluncurkan unitlink berbasis dolar Singapura, menjadi yang pertama di pasar, dengan kontribusi lebih dari 50% terhadap produksi bancassurance hingga Agustus 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 1 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Asuransi Jiwa Perluas Produk Unitlink Berbasis Mata Uang Asing📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan asuransi jiwa di Indonesia kembali menunjukkan inovasi produk dengan memperluas pilihan mata uang dalam produk asuransi berbasis investasi. Great Eastern Life Indonesia resmi meluncurkan GREAT Investlink Protection berbasis dolar Singapura (SGD) pada bulan Mei 2026, menjadi pemain pertama yang menawarkan unitlink dengan mata uang asing tersebut di pasar domestik. Langkah ini menunjukkan respons terhadap tren kebutuhan perlindungan dan investasi yang lebih fleksibel, terutama bagi nasabah dengan eksposur atau kebutuhan finansial dalam mata uang asing.

Produk baru ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperkuat portofolio asuransi berbasis investasi. Hanya dalam waktu kurang dari empat bulan sejak diluncurkan, GREAT Investlink Protection telah mencatat kontribusi signifikan terhadap total produksi bancassurance hingga Agustus 2026, mencapai lebih dari 50% dari total produksi year-to-date. Angka ini menegaskan minat kuat dari nasabah terhadap solusi keuangan yang bisa disesuaikan dengan berbagai tujuan finansial jangka panjang, termasuk perlindungan dan pertumbuhan nilai aset.

Data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendukung tren positif tersebut. Pada Semester I 2026, premi produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) tumbuh 10,3% menjadi Rp35,73 triliun, sementara premi bisnis baru naik 34,5% mencapai Rp19,78 triliun. Di sisi pembayaran, premi tunggal meningkat 26,3% menjadi Rp40,76 triliun, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap produk dengan potensi pertumbuhan jangka panjang. Bancassurance tetap menjadi saluran utama distribusi, menyumbang Rp41,58 triliun atau tumbuh 17,9% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Great Eastern Life Indonesia, Nina Ong, menegaskan bahwa peluncuran produk berbasis SGD mencerminkan respons terhadap dinamika ekonomi global dan kebutuhan nasabah yang semakin kompleks. Ia menyatakan bahwa produk ini bukan hanya menjawab kebutuhan proteksi, tetapi juga menjadi alat diversifikasi aset dalam mata uang yang stabil. Keberhasilan produk dalam waktu singkat menunjukkan kesiapan pasar terhadap inovasi produk yang memadukan perlindungan dengan fleksibilitas investasi dalam mata uang asing.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya