BI Perkuat Akses Investor Global Lewat Fastra
Bank Indonesia siapkan skema Fastra untuk mempermudah transaksi valuta asing investor global dengan efisiensi dokumentasi dan administrasi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 1 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia (BI) mempersiapkan skema Foreign Investor Access through Structured Transaction (Fastra) guna mempercepat dan mempermudah masuknya investor global ke pasar keuangan dalam negeri. Skema ini dirancang untuk menyederhanakan proses pemenuhan kebutuhan valuta asing dan mempercepat lalu lintas transaksi, khususnya bagi pelaku pasar asing yang beroperasi di Indonesia. Dengan mekanisme terstruktur, investor yang telah terdaftar melalui bank lokal mitra BI dapat menjalankan transaksi dengan melibatkan bank offshore partner, mengurangi beban administratif yang selama ini menjadi tantangan utama.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan bahwa Fastra bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan pasar global. Ia menekankan bahwa sebelumnya setiap transaksi investor global harus disertai dokumen underlying secara eksplisit, sebuah proses yang dinilai rumit dan memakan waktu. Melalui Fastra, dokumen tersebut tidak perlu diajukan ulang untuk setiap transaksi, asalkan investor telah terverifikasi melalui jalur yang ditentukan.
Di samping Fastra, BI juga terus mendorong penggunaan Local Currency Transaction (LCT) sebagai langkah strategis dalam mendiversifikasi pemenuhan kebutuhan valuta asing. Upaya ini mencakup penguatan transaksi lintas mata uang seperti rupiah dengan renminbi, ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan yen Jepang. BI menekankan pentingnya peningkatan likuiditas pasar domestik untuk mata uang mitra tersebut, terutama dalam skema LCT yang kian berkembang. Kini, masih terjadi ketimpangan antara volume transaksi perdagangan internasional dan volume transaksi valas domestik yang mendukungnya, terutama untuk renminbi.
Untuk mengatasi hal tersebut, BI memperkuat peran clearing bank renminbi sebagai pemasok likuiditas di pasar lokal. Dengan begitu, kebutuhan rupiah-renminbi bisa dipenuhi lebih efisien tanpa bergantung sepenuhnya pada pasar offshore. BI menilai bahwa perkembangan pasar valas domestik harus sejalan dengan ekspansi transaksi internasional menggunakan mata uang lokal. Selain itu, dalam skema lindung nilai, instrumen swap masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 80 persen dari total transaksi hingga 29 September 2026, sementara DNDF mencatat 20 persen, menunjukkan preferensi pasar terhadap instrumen yang lebih matang secara waktu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kecepatan dan Stabilitas Jadi Kunci Pilihan Aplikasi Perbankan Digital
Survei menunjukkan kecepatan transaksi dan stabilitas sistem jadi faktor utama pengguna memilih aplikasi bank digital, di atas fitur atau kemudahan navigasi.
1 Oktober 2026

Pemerintah Perluas Pajak Gaji Di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Tahun Depan
Pemerintah akan memperluas insentif pajak penghasilan yang ditanggung negara mulai 2027, mencakup seluruh pekerja dengan gaji di bawah Rp10 juta di semua sektor.
1 Oktober 2026

Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi untuk Dorong Daya Beli 2026–2027
Pemerintah sedang menyusun paket stimulus ekonomi besar untuk memperkuat daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan hingga 2027, dengan fokus pada bantuan pangan, subsidi upah, dan insentif perumahan.
1 Oktober 2026

OJK Cabut Izin PT Credit Saison Indonesia Finance
OJK mencabut izin usaha PT Credit Saison Indonesia Finance karena perusahaan dinilai tidak mampu pulih meski diberi waktu perbaikan.
1 Oktober 2026
Berita Lainnya

Produksi Veloz HEV Fokus Pasar Dalam Negeri
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.15 WITA

Blokir STNK Setelah Jual Beli Kendaraan Secara Online
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.14 WITA

Fenomena Langit Oktober 2026: Saturnus Hingga Meteor Orionid
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.06 WITA

Pengusaha Minta RUU Ketenagakerjaan Seimbang, Jaga Daya Saing
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.06 WITA

Ledakan Pipa Gas Rusak Tiga Pembangkit Listrik di Suriah
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.05 WITA

Pengusaha Logistik Dorong Pertahanan Skema Outsourcing
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.05 WITA

Kopilot Flydubai Diduga Serang Kapten, Pesawat Darurat di Tabuk
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.05 WITA

Industri Rokok Kretek Soroti Dampak RUU Ketenagakerjaan di Tengah Kontraksi Produksi
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.05 WITA

