Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Dorong Arsitektur Keamanan Timur Tengah Tanpa Intervensi Luar

Presiden China menekankan pentingnya keberdaulatan kawasan Timur Tengah dan menawarkan kolaborasi untuk membangun keamanan bersama tanpa campur tangan pihak luar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 21.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
China Dorong Arsitektur Keamanan Timur Tengah Tanpa Intervensi Luar
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden China, Xi Jinping, menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung keberdaulatan negara-negara Timur Tengah dalam menyusun arsitektur keamanan baru yang berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi saat kunjungan resmi ke kawasan tersebut. Xi menekankan bahwa rakyat Timur Tengah harus menjadi penentu utama nasib mereka sendiri, serta menolak segala bentuk intervensi eksternal yang mengancam stabilitas wilayah.

Kunjungan ini menjadi yang pertama dalam empat tahun terakhir dan dianggap sebagai langkah strategis China untuk memperkuat posisinya di kawasan yang secara geopolitik dinamis. Di tengah ketegangan akibat ketegangan antara AS dan Iran, terutama di Selat Hormuz, Xi menyatakan kesiapan Beijing untuk bermitra dengan negara-negara kawasan guna menjamin keamanan jalur pelayaran internasional. Ia menekankan perlunya solusi komprehensif yang melibatkan semua pihak secara adil dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Xi juga menekankan pentingnya penyelesaian isu Palestina sebagai inti dari permasalahan regional yang belum terselesaikan. Ia mendukung peran aktif PBB dalam menangani krisis tersebut dan menyerukan penghentian praktik standar ganda yang sering dikeluhkan oleh negara-negara Arab. China, menurutnya, siap menjadi mitra yang netral dan konsisten dalam upaya menyelesaikan konflik yang telah berlangsung puluhan tahun.

Mesir, sebagai negara Arab dan Afrika pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan China sejak 1956, kini menjadi salah satu mitra utama dalam kerja sama ekonomi dan militer dengan Beijing. Meskipun tetap menjaga hubungan dengan AS—yang memberikan bantuan militer tahunan senilai sekitar US$1,3 miliar—Kairo secara konsisten memperluas kerja sama dengan China dalam berbagai bidang, termasuk infrastruktur dan teknologi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya