Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Demonstran Argentina Serbu Rumah Investor di Tengah Protes Energi Fosil

Warga Argentina menggelar aksi protes di depan rumah miliuner Peter Thiel, menolak keterlibatannya dalam proyek energi fosil, terutama di wilayah Vaca Muerta, menyusul investasi formalnya melalui Thiel Macro pada Agustus 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Demonstran Argentina Serbu Rumah Investor di Tengah Protes Energi Fosil📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Puluhan demonstran menghadang akses menuju rumah mewah Peter Thiel di Buenos Aires dalam aksi yang berlangsung pada Sabtu waktu setempat. Mereka mengenakan topeng dan membawa spanduk bertuliskan penolakan terhadap eksploitasi sumber daya alam oleh investor asing, khususnya dalam sektor minyak, gas, dan minyak serpih. Aksi tersebut menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan energi yang dianggap merusak lingkungan dan mengabaikan hak masyarakat lokal.

Investasi formal Thiel di Argentina diumumkan pada Agustus 2026 melalui Thiel Macro, sebuah dana lindung nilai yang mengakuisisi hampir 1 persen saham di Vista Energy. Perusahaan ini memiliki lebih dari 1.100 lokasi eksplorasi dan produksi di wilayah Vaca Muerta, salah satu basis energi terbesar di Amerika Selatan. Kehadiran Thiel sebagai pemegang saham besar memicu kekhawatiran publik atas dominasi modal asing dalam pengelolaan sumber daya strategis negara.

Aksi demonstrasi ini juga menjadi bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Javier Milei, yang dinilai menguntungkan industri energi fosil dengan melonggarkan regulasi lingkungan. Salah satu inisiatif yang menjadi sorotan adalah Undang-Undang Gletser, yang melemahkan larangan aktivitas industri dan pertambangan di kawasan pegunungan. Kebijakan tersebut dianggap membuka celah bagi eksploitasi besar-besaran di wilayah sensitif ekologis.

Para peserta aksi menegaskan bahwa kehadiran Thiel bukan sekadar urusan finansial, melainkan bagian dari tren global yang memprioritaskan keuntungan korporat di atas keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial. Mereka meminta pemerintah untuk meninjau ulang kerja sama dengan investor asing yang terlibat dalam proyek energi yang berpotensi merusak ekosistem dan mengancam kesejahteraan rakyat.

Aksi ini menunjukkan kekuatan gerakan sosial yang semakin terorganisir dalam menanggapi kebijakan ekonomi yang dianggap merugikan masyarakat dan lingkungan. Dengan tegas menyerukan transparansi dan pertanggungjawaban, demonstran menekankan bahwa pembangunan energi harus berjalan sejalan dengan keadilan, keberlanjutan, dan partisipasi publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya