DPR Minta BGN Perbaiki Sistem Keamanan Pangan MBG
Anggota DPR menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pangan dalam program MBG pasca-keracunan massal di Sidoarjo yang menimpa ratusan santri.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 07.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan santri di Sidoarjo akibat konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian serius dari DPR RI. Anggota Komisi IX, Nurhadi, menyatakan bahwa insiden tersebut bukan sekadar kejadian tunggal, melainkan indikator sistemik yang mengancam keselamatan penerima manfaat program. Ia menekankan bahwa keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan MBG, mulai dari produksi hingga distribusi.
Nurhadi menyoroti adanya temuan serupa di berbagai daerah, termasuk Papua, yang menunjukkan persistensi masalah pada aspek higiene dapur, pengendalian suhu makanan, penyimpanan bahan baku, hingga proses distribusi. Ia menilai bahwa evaluasi sebelumnya belum cukup efektif karena masih bersifat reaktif. Oleh karena itu, ia mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengubah paradigma dari penanganan pasca-kejadian menjadi pencegahan proaktif di seluruh rantai pasok makanan.
Ia menekankan perlunya pendekatan terpadu yang mencakup audit menyeluruh terhadap seluruh proses, termasuk kualitas bahan baku, kebersihan fasilitas produksi, waktu antara memasak dan konsumsi, serta standar penyimpanan. Tanpa sistem pengawasan yang ketat dan transparan, risiko keracunan massal akan terus mengancam kredibilitas program yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat.
Pihaknya juga meminta agar BGN segera memperkuat mekanisme pengawasan dan melibatkan lembaga terkait dalam audit rutin. Dengan langkah-langkah sistemik ini, diharapkan MBG dapat berjalan secara aman, terpercaya, dan berkelanjutan tanpa mengorbankan kesehatan rakyat. Tujuan utamanya adalah menjamin bahwa program bantuan pangan tidak justru menjadi ancaman bagi kesehatan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
RUU Migas baru menetapkan BUK Migas sebagai entitas khusus yang mengelola seluruh aktivitas hulu, dengan otoritas penuh dan mandat langsung dari Presiden.
9 September 2026

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
DPR resmi tetapkan RUU Migas sebagai inisiatif dan percepat penyelesaian hingga Oktober 2026, dengan fokus utama pada bentuk dan posisi Badan Usaha Khusus (BUK) migas.
9 September 2026

Stok Beras Melimpah, Tapi Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel
Meski stok beras nasional tinggi, beras premium kemasan 5 kg sulit ditemukan di ritel modern karena ketidakselarasan harga eceran tertinggi dengan biaya produksi di hulu.
9 September 2026

Nusron: 87,52% Lahan Sawah Nasional Sudah Dilindungi
Pemerintah mencapai 87,52% penetapan lahan pertanian berkelanjutan, melampaui target nasional, meski Banten dan Bali masih menghadapi tekanan alih fungsi sawah ke industri dan pariwisata.
9 September 2026
Berita Lainnya

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Produksi Motor Listrik Nasional Siap Capai 100 Ribu Unit Tahun Depan
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA

LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA


