Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

DPR Setujui Anggaran ESDM Rp27,37 T untuk Tahun 2027

Komisi XII DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementerian ESDM sebesar Rp27,37 triliun untuk RAPBN 2027, fokus pada infrastruktur energi dan elektrifikasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 13.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
DPR Setujui Anggaran ESDM Rp27,37 T untuk Tahun 2027📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan anggaran sebesar Rp27,37 triliun untuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2027. Keputusan ini diambil dalam rapat kerja dengan Wakil Menteri ESDM, yang menekankan pentingnya penyerapan anggaran yang efektif dan akuntabel, khususnya untuk program strategis yang berdampak langsung pada masyarakat.

Anggaran tersebut dialokasikan secara proporsional, dengan sebagian besar—sebesar Rp22,51 triliun—dipersiapkan untuk program infrastruktur energi, termasuk pembangunan jaringan gas bumi dan listrik desa. Fokus utama mencakup ekspansi jaringan gas rumah tangga sebanyak 959.232 sambungan, serta pembangunan pipa gas Dumai-Sei Mangkei yang memperoleh alokasi Rp3,94 triliun. Selain itu, pemerintah menyediakan dana untuk konverter kit petani sebanyak 14.000 paket, senilai Rp158,5 miliar.

Di sektor ketenagalistrikan, anggaran mencakup program pasang baru listrik bagi 250.000 RT dan pembangunan infrastruktur listrik desa sebesar Rp9,67 triliun. Pemerintah juga mengalokasikan Rp815,56 miliar untuk kompor listrik dan Rp635,24 miliar untuk konversi 63.000 unit motor listrik, sebagai bagian dari upaya transisi energi berkelanjutan. Rinciannya, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan mendapatkan alokasi Rp10,45 triliun, sementara Ditjen Migas mendapat Rp11,34 triliun.

Ketua Komisi XII, Melchias Marcus Mekeng, menegaskan bahwa peningkatan kinerja menjadi syarat utama dalam penggunaan dana sebesar ini. Ia menekankan bahwa masyarakat kini lebih peka terhadap pengelolaan anggaran negara, terlebih dengan kenaikan signifikan yang terjadi. Ia meminta dua direksi utama—Migas dan Ketenagalistrikan—menunjukkan hasil nyata dalam implementasi program, termasuk peningkatan elektrifikasi dan efisiensi energi.

Pagu anggaran juga mencakup belanja operasional dan layanan manajemen senilai Rp3,56 triliun, serta belanja publik non-fisik sebesar Rp1,31 triliun. Dengan rincian yang transparan dan terukur, pemerintah berharap anggaran ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan akses energi, dan memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya