Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Perdagangan Pertanian

Pertemuan Menteri Perdagangan ke-4 JTIC fokus pada akses pasar produk pertanian dan pangan, serta memperdalam kerja sama ekonomi bilateral.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 14.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Perdagangan Pertanian
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pertemuan Tingkat Menteri ke-4 Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Indonesia-Malaysia digelar di Jakarta, menyoroti pentingnya memperluas akses pasar bagi produk pertanian dan pangan dari kedua negara. Dalam forum tersebut, Menteri Perdagangan Republik Indonesia menyampaikan komitmen bersama untuk menyelesaikan hambatan yang masih menghambat arus perdagangan bilateral, khususnya di sektor pertanian. Fokus utama pembahasan mencakup fasilitasi perdagangan, harmonisasi standar, serta peningkatan efisiensi logistik antar wilayah perbatasan.

Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi melalui mekanisme bilateral yang telah disepakati. Kedua pihak menekankan pentingnya menciptakan iklim perdagangan yang lebih terbuka dan kondusif bagi investasi. Selain produk pertanian, isu-isu krusial seperti standarisasi produk halal, perdagangan elektronik, serta kolaborasi di bidang pangan juga dibahas secara mendalam untuk memastikan konsistensi dan keberlanjutan kerja sama.

Mendag RI menegaskan bahwa hasil pertemuan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara melalui perdagangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa sinergi antara kedua pihak akan semakin memperdalam hubungan bilateral dalam ranah ekonomi, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan konsumen di wilayah perbatasan maupun secara nasional.

Komitmen bersama juga mencakup upaya mempercepat penyelesaian isu teknis yang sempat menjadi penghambat perdagangan, termasuk sertifikasi dan regulasi impor. Dengan pendekatan kooperatif dan berkelanjutan, kedua negara berharap dapat menciptakan sistem perdagangan yang lebih efisien, transparan, dan saling menguntungkan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya