Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Perdagangan Pertanian
Pertemuan Menteri Perdagangan ke-4 JTIC fokus pada akses pasar produk pertanian dan pangan, serta memperdalam kerja sama ekonomi bilateral.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 14.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pertemuan Tingkat Menteri ke-4 Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Indonesia-Malaysia digelar di Jakarta, menyoroti pentingnya memperluas akses pasar bagi produk pertanian dan pangan dari kedua negara. Dalam forum tersebut, Menteri Perdagangan Republik Indonesia menyampaikan komitmen bersama untuk menyelesaikan hambatan yang masih menghambat arus perdagangan bilateral, khususnya di sektor pertanian. Fokus utama pembahasan mencakup fasilitasi perdagangan, harmonisasi standar, serta peningkatan efisiensi logistik antar wilayah perbatasan.
Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi melalui mekanisme bilateral yang telah disepakati. Kedua pihak menekankan pentingnya menciptakan iklim perdagangan yang lebih terbuka dan kondusif bagi investasi. Selain produk pertanian, isu-isu krusial seperti standarisasi produk halal, perdagangan elektronik, serta kolaborasi di bidang pangan juga dibahas secara mendalam untuk memastikan konsistensi dan keberlanjutan kerja sama.
Mendag RI menegaskan bahwa hasil pertemuan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara melalui perdagangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa sinergi antara kedua pihak akan semakin memperdalam hubungan bilateral dalam ranah ekonomi, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan konsumen di wilayah perbatasan maupun secara nasional.
Komitmen bersama juga mencakup upaya mempercepat penyelesaian isu teknis yang sempat menjadi penghambat perdagangan, termasuk sertifikasi dan regulasi impor. Dengan pendekatan kooperatif dan berkelanjutan, kedua negara berharap dapat menciptakan sistem perdagangan yang lebih efisien, transparan, dan saling menguntungkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


