Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Balas Serangan AS dengan Rudal ke Pangkalan Militer

Serangan rudal AS di Sirik menewaskan empat orang, termasuk anak kecil, memicu balasan Iran dengan peluncuran rudal ke pangkalan militer AS di Yordania.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 08.55 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Iran Balas Serangan AS dengan Rudal ke Pangkalan Militer
Foto: BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada Selasa sore, pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan udara di wilayah Sirik, selatan Iran, yang mengakibatkan tewasnya empat warga sipil, termasuk seorang anak berusia empat tahun. Ledakan itu terjadi saat sebuah rumah sedang digunakan sebagai lokasi pesta pernikahan. Menurut laporan media pemerintah Iran, serpihan proyektil dari rudal AS juga merusak wilayah Chabahar, Konarak, serta bandara di Jiroft, sementara suara ledakan terdengar pula di Pulau Qeshm dan Bandar Abbas.

Respons Iran datang pada Rabu dini hari, ketika korps Garda Revolusi Islam meluncurkan sejumlah rudal balistik menuju pangkalan militer AS di Aqaba, Yordania. Angkatan Bersenjata Yordania melaporkan berhasil mencegat 10 rudal, tanpa korban jiwa atau cedera serius. Pusat keamanan nasional Yordania sempat mengeluarkan peringatan dini bagi warga di wilayah Aqaba dan Mafraq, namun kemudian mencabutnya setelah situasi terkendali.

Pada hari yang sama, militer Kuwait melaporkan sistem pertahanan udaranya aktif merespons serangan rudal Iran, sementara media pemerintah Iran melaporkan adanya ledakan di Bahrain. Serangan ini merupakan balasan atas serangan AS yang dilakukan sebagai respons terhadap upaya IRGC menyerang kapal komersial di Selat Hormuz. Operasi AS dimulai pukul 12.00 waktu Timur AS dan berakhir pada Rabu dini hari, menurut pernyataan Komando Pusat AS.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi lebih besar jika melanjutkan aksi balasan. Ia menegaskan bahwa serangan besar-besaran telah disiapkan jika ketegangan terus meningkat. Sebelumnya, kedua negara sempat menandatangani kesepakatan gencatan senjata pada Juni 2026, namun perjanjian itu kini telah berakhir, memicu kembali eskalasi militer di kawasan Teluk.

Kendati AS melancarkan kampanye sanksi baru pada 24 Agustus untuk memperluas isolasi ekonomi terhadap Iran, pejabat Iran menilai langkah itu sebagai kelanjutan dari kebijakan tekanan sebelumnya yang gagal mencapai tujuan. Namun, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tetap terbuka untuk kembali mematuhi kesepakatan jika AS kembali menunjukkan komitmen.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya