Iran Serang Tanker Saudi di Selat Hormuz, Dua Awak Tewas
Serangan Iran terhadap kapal tanker milik Arab Saudi di Selat Hormuz menewaskan dua awak asal Filipina, memicu kemarahan Riyadh dan kekhawatiran atas keamanan maritim global.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 10.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menggelar pernyataan tegas mengecam aksi serangan yang dilakukan Iran terhadap kapal tanker milik negara itu di wilayah Selat Hormuz. Insiden terjadi pada Senin malam, menewaskan dua awak kapal yang berasal dari Filipina. Pihak Saudi menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum maritim internasional dan menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas jalur pelayaran strategis di kawasan.
Perusahaan pelayaran nasional Bahri, pemilik kapal SIDR, mengonfirmasi kejadian tersebut dalam pernyataan resmi. Menurut Bahri, insiden terjadi pada pukul 23.40 waktu setempat saat kapal sedang melintasi Selat Hormuz. Dua pelaut asal Filipina gugur akibat serangan yang tidak dijelaskan secara rinci, namun diperkirakan melibatkan rudal atau benda meledak. Perusahaan menyampaikan duka mendalam dan berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban serta rekan kerja yang terdampak.
Bahri menekankan bahwa operasional kapal lainnya tetap berjalan normal dan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas maritim, pemerintah, dan pemangku kepentingan industri untuk memantau perkembangan situasi. Upaya investigasi dan penanganan insiden dilakukan secara intensif, termasuk koordinasi dengan lembaga keamanan internasional. Perusahaan juga menegaskan bahwa keselamatan awak kapal dan keamanan operasional tetap menjadi prioritas utama.
Serangan ini menambah panjang daftar ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya menyusul meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Iran dalam beberapa tahun terakhir. Insiden tersebut menggugah kekhawatiran global terhadap keamanan jalur perdagangan maritim, terutama di Selat Hormuz yang menjadi saluran vital bagi ekspor minyak dunia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA



