Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Serang Tanker Saudi di Selat Hormuz, Dua Awak Tewas

Serangan Iran terhadap kapal tanker milik Arab Saudi di Selat Hormuz menewaskan dua awak asal Filipina, memicu kemarahan Riyadh dan kekhawatiran atas keamanan maritim global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 10.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Iran Serang Tanker Saudi di Selat Hormuz, Dua Awak Tewas
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menggelar pernyataan tegas mengecam aksi serangan yang dilakukan Iran terhadap kapal tanker milik negara itu di wilayah Selat Hormuz. Insiden terjadi pada Senin malam, menewaskan dua awak kapal yang berasal dari Filipina. Pihak Saudi menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum maritim internasional dan menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas jalur pelayaran strategis di kawasan.

Perusahaan pelayaran nasional Bahri, pemilik kapal SIDR, mengonfirmasi kejadian tersebut dalam pernyataan resmi. Menurut Bahri, insiden terjadi pada pukul 23.40 waktu setempat saat kapal sedang melintasi Selat Hormuz. Dua pelaut asal Filipina gugur akibat serangan yang tidak dijelaskan secara rinci, namun diperkirakan melibatkan rudal atau benda meledak. Perusahaan menyampaikan duka mendalam dan berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban serta rekan kerja yang terdampak.

Bahri menekankan bahwa operasional kapal lainnya tetap berjalan normal dan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas maritim, pemerintah, dan pemangku kepentingan industri untuk memantau perkembangan situasi. Upaya investigasi dan penanganan insiden dilakukan secara intensif, termasuk koordinasi dengan lembaga keamanan internasional. Perusahaan juga menegaskan bahwa keselamatan awak kapal dan keamanan operasional tetap menjadi prioritas utama.

Serangan ini menambah panjang daftar ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya menyusul meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Iran dalam beberapa tahun terakhir. Insiden tersebut menggugah kekhawatiran global terhadap keamanan jalur perdagangan maritim, terutama di Selat Hormuz yang menjadi saluran vital bagi ekspor minyak dunia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya