Israel Dorong Pengosongan Gaza, Trump Dukung Rencana Pindahkan Warga
Menteri Pertahanan Israel menegaskan pengosongan warga Palestina dari Gaza sebagai solusi utama keamanan, dengan dukungan awal dari Trump yang menyebut wilayah itu bisa dikelola AS pasca-pemindahan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 12.48 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, kembali menegaskan bahwa depopulasi Gaza menjadi langkah krusial dalam menjaga keamanan negara, menilai tidak ada alternatif lain yang layak selain pemindahan penduduk. Pernyataan ini disampaikan dalam forum publik yang diselenggarakan oleh media Ynet, di mana ia menyebut migrasi sukarela sebagai satu-satunya cara menyelesaikan krisis di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa keberlangsungan stabilitas Israel tergantung pada pengurangan jumlah penduduk Palestina di jalur tersebut.
Katz menegaskan bahwa rencana tersebut tetap aktif dibahas secara internal, meskipun saat ini tidak dilanjutkan secara penuh. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat, khususnya di era kepemimpinan Donald Trump, sebelumnya menyetujui gagasan pengambilalihan wilayah Gaza setelah warga Palestina dipindahkan. Meskipun Trump kemudian membatalkan rencana tersebut secara formal, Katz menekankan bahwa kebijakan itu hanya dibekukan, bukan dicabut, dan masih menjadi pertimbangan strategis di masa depan.
Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran luas dari kalangan aktivis hak asasi manusia dan organisasi internasional, yang menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pembersihan etnis terencana. Beberapa pejabat Israel dari sayap kanan telah secara terbuka mendorong pengosongan Gaza, dengan menyebutnya sebagai "migrasi sukarela" atau "relokasi". Namun, kenyataan bahwa Mesir menolak menerima pengungsi Palestina dari wilayah tersebut membuat rencana ini menghadapi tantangan logistik dan politik besar.
Di sisi lain, Katz menyatakan bahwa Israel siap mengambil alih Gaza dengan segala cara, termasuk melalui jalur laut dan udara, jika diperlukan. Ia menekankan perlunya dukungan Amerika Serikat untuk mengamankan negara-negara lain yang bersedia menerima pengungsi. Meski demikian, ia mengakui bahwa keberhasilan rencana ini bergantung pada kebijakan AS yang masih belum sepenuhnya menolak gagasan tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

