Israel Dorong Pengosongan Gaza, Trump Dukung Rencana Pindahkan Warga
Menteri Pertahanan Israel menegaskan pengosongan warga Palestina dari Gaza sebagai solusi utama keamanan, dengan dukungan awal dari Trump yang menyebut wilayah itu bisa dikelola AS pasca-pemindahan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 12.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, kembali menegaskan bahwa depopulasi Gaza menjadi langkah krusial dalam menjaga keamanan negara, menilai tidak ada alternatif lain yang layak selain pemindahan penduduk. Pernyataan ini disampaikan dalam forum publik yang diselenggarakan oleh media Ynet, di mana ia menyebut migrasi sukarela sebagai satu-satunya cara menyelesaikan krisis di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa keberlangsungan stabilitas Israel tergantung pada pengurangan jumlah penduduk Palestina di jalur tersebut.
Katz menegaskan bahwa rencana tersebut tetap aktif dibahas secara internal, meskipun saat ini tidak dilanjutkan secara penuh. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat, khususnya di era kepemimpinan Donald Trump, sebelumnya menyetujui gagasan pengambilalihan wilayah Gaza setelah warga Palestina dipindahkan. Meskipun Trump kemudian membatalkan rencana tersebut secara formal, Katz menekankan bahwa kebijakan itu hanya dibekukan, bukan dicabut, dan masih menjadi pertimbangan strategis di masa depan.
Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran luas dari kalangan aktivis hak asasi manusia dan organisasi internasional, yang menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pembersihan etnis terencana. Beberapa pejabat Israel dari sayap kanan telah secara terbuka mendorong pengosongan Gaza, dengan menyebutnya sebagai "migrasi sukarela" atau "relokasi". Namun, kenyataan bahwa Mesir menolak menerima pengungsi Palestina dari wilayah tersebut membuat rencana ini menghadapi tantangan logistik dan politik besar.
Di sisi lain, Katz menyatakan bahwa Israel siap mengambil alih Gaza dengan segala cara, termasuk melalui jalur laut dan udara, jika diperlukan. Ia menekankan perlunya dukungan Amerika Serikat untuk mengamankan negara-negara lain yang bersedia menerima pengungsi. Meski demikian, ia mengakui bahwa keberhasilan rencana ini bergantung pada kebijakan AS yang masih belum sepenuhnya menolak gagasan tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


