Korsel Naikkan Tiket Wisata Bersejarah Mulai 2027
Pemerintah Korea Selatan akan menaikkan tarif masuk tempat wisata ikonik seperti Istana Gyeongbokgung dan kompleks makam Joseon mulai 2027, menyusul lonjakan kunjungan dan kenaikan biaya pemeliharaan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 09.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Mulai 1 Januari 2027, sejumlah destinasi bersejarah utama di Korea Selatan, termasuk Istana Gyeongbokgung, Deoksugung, Changdeokgung, dan kompleks makam kerajaan Dinasti Joseon, bakal menerapkan kenaikan harga tiket masuk. Keputusan ini diproyeksikan setelah pemerintah mengumumkan rencana melalui Badan Warisan Budaya Korea pada 5 Agustus, menyertakan rencana forum publik di November sebagai langkah partisipatif sebelum penetapan resmi.
Hingga saat ini, tiket masuk untuk dewasa ke Istana Gyeongbokgung dan Changdeokgung dibanderol 3.000 won (sekitar Rp38 ribu), sementara istana lain seperti Deoksugung, Changgyeonggung, dan Kuil Jongmyo dikenakan biaya 1.000 won (Rp12 ribu). Pengunjung yang ingin mengakses area Secret Garden di dalam Istana Changdeokgung harus membayar tambahan 5.000 won (Rp58 ribu), sedangkan akses ke makam Joseon berkisar antara 500 hingga 2.000 won tergantung lokasi.
Akses gratis tetap berlaku bagi wisatawan asing di bawah 18 tahun dan warga lanjut usia di atas 65 tahun. Bagi warga lokal, penghapusan biaya berlaku untuk usia 24 tahun ke bawah, ibu hamil, serta penerima penghargaan jasa nasional. Kenaikan tarif ini muncul sebagai respons terhadap peningkatan jumlah kunjungan hingga 7,41 juta orang pada semester pertama 2026, dengan pertumbuhan 6 persen dibanding tahun sebelumnya, didorong oleh lonjakan turis mancanegara sebesar 29 persen.
Pemerintah menilai tarif saat ini, yang belum berubah sejak 2005, jauh lebih rendah dibanding standar global. Dibandingkan dengan Istana Versailles (35 euro atau Rp719 ribu) dan Kastil Himeji (2.500 yen atau Rp277 ribu), harga di Korea masih tergolong rendah. Survei pemerintah menunjukkan masyarakat setempat siap membayar hingga rata-rata 9.730 won (Rp126 ribu) per kunjungan.
Sebagai bagian dari strategi pendamping, pemerintah juga meluncurkan program "K-Heritage Stay" yang menawarkan pengalaman menginap di situs bersejarah terpilih. Selain itu, kebijakan gratis bagi pengunjung yang mengenakan hanbok tetap berlaku, menjadi solusi bagi wisatawan yang ingin menghemat biaya tanpa mengurangi akses ke destinasi utama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


