Macron Segera Bertemu Perwakilan Siswa Pasca Kerusuhan Demo
Presiden Prancis Emmanuel Macron akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan siswa di Istana Élysée pada Kamis sore, menyusul kerusuhan dalam aksi protes akhir pekan lalu.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 25x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menetapkan pertemuan dengan perwakilan siswa di Istana Élysée pada Kamis (23/10) pukul 15.00 waktu setempat. Pertemuan ini menjadi respons langsung terhadap gelombang protes yang berujung pada kerusuhan di sejumlah kota, menandai upaya pemerintah untuk menenangkan tensi sosial pasca aksi demonstrasi akhir pekan lalu. Kehadiran para perwakilan dinilai sebagai langkah strategis untuk mendengarkan keluhan langsung dari generasi muda.
Representatif dari asosiasi mahasiswa terkemuka dan Conseils académiques de la vie lycéenne (CAVL), lembaga konsultasi resmi siswa tingkat menengah, dijadwalkan hadir dalam pertemuan tersebut. Tujuan utamanya adalah membuka ruang dialog langsung mengenai isu-isu krusial yang memicu protes, termasuk kondisi infrastruktur sekolah yang memprihatinkan dan kebijakan sistem seleksi masuk perguruan tinggi. Kedua isu ini menjadi pusat kritik dari gerakan siswa sejak akhir September.
Nathanaël Combary, ketua organisasi mahasiswa Renouveau lycéen, menyambut positif kesempatan ini sebagai bentuk pengakuan terhadap peran siswa dalam proses demokrasi. Ia menekankan pentingnya dialog yang transparan dan berkelanjutan antara pemimpin negara dengan generasi muda. Namun, Pierre Sourzat, ketua asosiasi siswa SMA Les Lycéens, menyuarakan keraguan terhadap dampak nyata dari pertemuan tersebut, menilai bahwa tanpa komitmen implementasi, diskusi tetap berstatus simbolik.
Pertemuan ini menjadi ujian bagi pemerintah dalam menunjukkan keseriusan menjawab tuntutan siswa tanpa mengabaikan keamanan publik. Dengan mempertimbangkan eskalasi yang terjadi, pertemuan tersebut juga menjadi indikator penting terhadap kemampuan negara mengelola konflik sosial melalui dialog, bukan represi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Pemerintah melaporkan stok beras nasional mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026, tertinggi sepanjang sejarah, dengan ketersediaan diperkirakan cukup hingga Juli 2027.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

