Malaysia Perluas Kuota BBM Subsidi Usai Turunkan Harga Non-Subsidi
Pemerintah Malaysia kembali naikkan kuota BBM bersubsidi mulai 1 September 2026, sambil menurunkan harga eceran BBM non-subsidi, demi menjaga daya beli masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 09.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Malaysia resmi mengembalikan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sejak 1 September 2026, menyusul penurunan harga BBM non-subsidi yang dilakukan dalam pekan ini. Keputusan ini menandai pemulihan jatah BBM RON95 yang sebelumnya dikurangi akibat fluktuasi harga minyak global akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kini, setiap warga yang memenuhi syarat dapat mengisi hingga 300 liter BBM RON95 per bulan, kembali ke level sebelum pemotongan.
Bagi pengguna truk pikap dan jeep, kuota BBM solar bersubsidi dinaikkan hingga 400 liter per bulan. Tambahan sebesar 100 liter khusus dapat diajukan oleh mereka yang memenuhi kriteria, melalui portal resmi BudiMadani.gov.my. Pemerintah menegaskan bahwa tidak diperlukan pengajuan ulang bagi penerima subsidi yang sudah terdaftar sebelumnya, sehingga proses distribusi tetap efisien dan inklusif.
Harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan pada level yang stabil. Konsumen membayar RM1,99 per liter untuk RON95, dengan subsidi pemerintah sebesar RM1,78 per liter — setara 47 persen dari harga pasar tanpa subsidi sebesar RM3,77. Sementara itu, harga solar bersubsidi tetap di RM2,10 per liter, didukung subsidi sebesar RM2,57 per liter, atau 55 persen dari harga pasar tanpa subsidi sebesar RM4,67.
Penyesuaian harga ini dilakukan secara bersamaan dengan penurunan harga BBM non-subsidi di tingkat eceran. Harga RON97 turun menjadi RM4,25 per liter dari sebelumnya RM4,30, sedangkan RON95 turun ke RM3,77 dari RM3,82 per liter. Diesel non-subsidi juga mengalami penurunan menjadi RM4,67 per liter, turun dari RM4,72. Sementara itu, harga BBM dalam sistem kontrol subsidi (SKPS dan SKDS) tetap dipertahankan di RM2,05 untuk bensin dan RM2,15 untuk solar.
Keputusan ini diambil sebagai respons strategis terhadap tekanan ekonomi yang muncul dari kenaikan harga energi global. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan bahwa program subsidi ini bertujuan untuk meringankan beban hidup rakyat, terutama di tengah ketidakpastian pasar minyak. Saat ini, sekitar 16 juta warga mendapatkan manfaat dari subsidi RON95, sedangkan lebih dari 700 ribu orang memanfaatkan subsidi solar, menunjukkan cakupan program yang luas dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


