OPEC+ Tidak Pertimbangkan Pemangkasan Produksi Minyak
Aliansi OPEC+ memutuskan menahan langkah pemangkasan produksi karena permintaan global kembali pulih dan pasokan pasar terbatas.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 23.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kebijakan produksi minyak OPEC+ tetap stabil tanpa rencana pemangkasan, seiring dengan pemulihan permintaan minyak di tingkat global. Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menegaskan bahwa situasi pasar saat ini tidak mendukung pengurangan pasokan, melainkan menunjukkan kecenderungan peningkatan permintaan. Ia menilai pasar telah mengalami keseimbangan yang lebih baik, sehingga keputusan untuk membatasi produksi tidak lagi relevan.
Dalam pernyataannya, Novak menyebut bahwa OPEC+ telah memilih untuk melonggarkan kuota produksi yang sebelumnya dibatasi secara sukarela. Langkah ini merupakan respons terhadap kondisi pasar yang menunjukkan kenaikan permintaan, terutama dari sektor transportasi dan industri. Peningkatan produksi dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan dinamika pasar global, bukan berdasarkan kebijakan kontraksi.
Keputusan ini juga didukung oleh analisis dari para pakar OPEC dan Sekretariat OPEC, yang mencatat tren pemulihan permintaan minyak global dalam beberapa bulan terakhir. Dengan adanya lonjakan permintaan yang stabil, OPEC+ memilih untuk menahan kebijakan penahanan produksi dan justru membuka ruang bagi peningkatan output. Hal ini bertujuan menjaga ketersediaan pasokan tanpa menimbulkan tekanan berlebihan pada harga minyak dunia.
OPEC+ tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasar minyak global, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global, perkembangan teknologi energi, dan kebutuhan pasar. Meski tidak ada rencana pemangkasan, kebijakan tetap fleksibel dan dapat disesuaikan jika terjadi perubahan signifikan dalam permintaan atau pasokan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Thailand resmi memangkas masa tinggal bebas visa bagi turis asing dari 60 menjadi 30 hari, berlaku mulai 15 September 2026, termasuk bagi WNI yang tetap bisa masuk tanpa visa hingga 30 hari.
9 September 2026

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
RUU Migas baru menetapkan BUK Migas sebagai entitas khusus yang mengelola seluruh aktivitas hulu, dengan otoritas penuh dan mandat langsung dari Presiden.
9 September 2026

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
DPR resmi tetapkan RUU Migas sebagai inisiatif dan percepat penyelesaian hingga Oktober 2026, dengan fokus utama pada bentuk dan posisi Badan Usaha Khusus (BUK) migas.
9 September 2026

Stok Beras Melimpah, Tapi Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel
Meski stok beras nasional tinggi, beras premium kemasan 5 kg sulit ditemukan di ritel modern karena ketidakselarasan harga eceran tertinggi dengan biaya produksi di hulu.
9 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


