Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemakaman Korban Serangan Udara AS di Iran Dilangsungkan di Khuzestan

Enam korban tewas akibat serangan rudal AS di pesta pernikahan di Iran selatan akan dimakamkan pada sore hari di wilayah Khuzestan, sementara 11 orang masih dirawat di ICU.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 07.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemakaman Korban Serangan Udara AS di Iran Dilangsungkan di Khuzestan
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Upacara pemakaman bagi para korban tewas dalam serangan udara Amerika Serikat terhadap sebuah acara pernikahan di wilayah Khuzestan, Iran, akan digelar pada pukul 16.00 waktu setempat. Serangan yang terjadi pada malam hari menewaskan enam orang, termasuk seorang anak berusia empat tahun bernama Amirali, dan menyebabkan sejumlah luka serius pada puluhan lainnya. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa sebagian besar korban luka telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, namun 11 individu masih menjalani perawatan intensif.

Berdasarkan hasil identifikasi, puing-puing yang ditemukan di lokasi kejadian diyakini berasal dari amunisi AGM-154 Joint Standoff Weapon, jenis senjata berpemandu yang dikembangkan oleh Amerika Serikat. Foto dan rekaman yang dirilis oleh Komando Pusat AS menunjukkan kemungkinan peluncuran amunisi tersebut dari pesawat F/A-18 Super Hornet. Lokasi sasaran berada pada jarak 200 meter dari menara komunikasi, yang menunjukkan tingkat akurasi tinggi dan menegaskan bahwa serangan tersebut bukan kesalahan.

Pihak berwenang Iran menegaskan bahwa serangan tersebut tidak mungkin terjadi karena kelalaian, mengingat presisi amunisi yang digunakan. Keberadaan sisa-sisa puing yang ditemukan di dalam rumah yang menjadi sasaran diduga kuat berasal dari senjata buatan AS, sesuai dengan data teknis dan analisis militer. Hal ini memperkuat dugaan bahwa serangan dilakukan secara sengaja dan terkoordinasi.

Selain lokasi di Kuhestak, upacara pemakaman juga dilangsungkan di Aghajari, Provinsi Khuzestan, untuk enam korban lain yang gugur akibat serangan rudal serupa. Kegiatan pemakaman menjadi simbol duka nasional dan kritik terhadap kebijakan militer asing yang dinilai melampaui batas dan menimbulkan korban sipil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya