Pemakaman Korban Serangan Udara AS di Iran Dilangsungkan di Khuzestan
Enam korban tewas akibat serangan rudal AS di pesta pernikahan di Iran selatan akan dimakamkan pada sore hari di wilayah Khuzestan, sementara 11 orang masih dirawat di ICU.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 07.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Upacara pemakaman bagi para korban tewas dalam serangan udara Amerika Serikat terhadap sebuah acara pernikahan di wilayah Khuzestan, Iran, akan digelar pada pukul 16.00 waktu setempat. Serangan yang terjadi pada malam hari menewaskan enam orang, termasuk seorang anak berusia empat tahun bernama Amirali, dan menyebabkan sejumlah luka serius pada puluhan lainnya. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa sebagian besar korban luka telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, namun 11 individu masih menjalani perawatan intensif.
Berdasarkan hasil identifikasi, puing-puing yang ditemukan di lokasi kejadian diyakini berasal dari amunisi AGM-154 Joint Standoff Weapon, jenis senjata berpemandu yang dikembangkan oleh Amerika Serikat. Foto dan rekaman yang dirilis oleh Komando Pusat AS menunjukkan kemungkinan peluncuran amunisi tersebut dari pesawat F/A-18 Super Hornet. Lokasi sasaran berada pada jarak 200 meter dari menara komunikasi, yang menunjukkan tingkat akurasi tinggi dan menegaskan bahwa serangan tersebut bukan kesalahan.
Pihak berwenang Iran menegaskan bahwa serangan tersebut tidak mungkin terjadi karena kelalaian, mengingat presisi amunisi yang digunakan. Keberadaan sisa-sisa puing yang ditemukan di dalam rumah yang menjadi sasaran diduga kuat berasal dari senjata buatan AS, sesuai dengan data teknis dan analisis militer. Hal ini memperkuat dugaan bahwa serangan dilakukan secara sengaja dan terkoordinasi.
Selain lokasi di Kuhestak, upacara pemakaman juga dilangsungkan di Aghajari, Provinsi Khuzestan, untuk enam korban lain yang gugur akibat serangan rudal serupa. Kegiatan pemakaman menjadi simbol duka nasional dan kritik terhadap kebijakan militer asing yang dinilai melampaui batas dan menimbulkan korban sipil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


