Prabowo Sampaikan Pesan Diplomasi di Jamuan Makan Rusia
Presiden Indonesia menyampaikan pesan kerja sama strategis dalam jamuan makan dengan pemimpin Rusia di Vladivostok, menegaskan komitmen memperkuat hubungan bilateral.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 19.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibukaKendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri jamuan makan siang bersama pemimpin negara Rusia di Vladivostok, dalam kerangka pertemuan bilateral yang berlangsung secara hangat dan konstruktif. Acara yang berlangsung di lingkungan resmi tersebut menjadi momentum penting untuk memperdalam hubungan strategis kedua negara di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan visi Indonesia sebagai negara yang mendorong kolaborasi multilateral dan kemandirian ekonomi.
Pernyataan Presiden disampaikan dengan nada optimis dan penuh kekeluargaan, menekankan pentingnya kerja sama di bidang pertahanan, energi, serta pertanian. Ia menekankan bahwa Indonesia siap menjadi mitra yang andal dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendukung perdamaian global. Kehadiran Prabowo di lokasi yang strategis, dekat perbatasan Asia Timur, menjadi simbol komitmen diplomasi aktif Indonesia di tingkat internasional.
Dalam percakapan yang terjadi sepanjang jamuan, Presiden menyampaikan bahwa hubungan Indonesia-Rusia tidak hanya berbasis pada kepentingan ekonomi, tetapi juga nilai-nilai kebersamaan dan saling pengertian. Ia menekankan bahwa kerja sama harus dibangun di atas fondasi kepercayaan dan konsistensi, terutama dalam konteks isu-isu global seperti krisis pangan dan energi. Kutipan penting dari percakapan tersebut menunjukkan bahwa kedua pemimpin menyepakati perlunya koordinasi lebih erat dalam forum internasional.
Pertemuan ini juga menyoroti pentingnya memperkuat konektivitas antar negara berkembang, khususnya dalam konteks kebijakan luar negeri yang berpihak pada keadilan dan keseimbangan. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjaga kebijakan luar negeri bebas aktif, tanpa memihak, sambil tetap berkomitmen pada kemitraan strategis dengan negara-negara yang sejalan visinya. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah memperkuat posisi Indonesia dalam dialog global, sekaligus memperluas ruang strategis bagi negara berkembang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


