Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pusat Benih Padi Subang Siap Sebar 250 Ton Benih Unggul

Pemerintah memperkuat ketahanan pangan dengan sebar 250 ton benih padi unggul dari pusat pembenihan terbesar di Asia Tenggara di Subang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 05.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pusat Benih Padi Subang Siap Sebar 250 Ton Benih Unggul
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah terus memperkuat basis produksi padi nasional melalui optimalisasi fasilitas pembenihan unggul di Subang, Jawa Barat. Menteri Pertanian meninjau langsung operasional Seed Center Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Padi, yang telah berhasil memproduksi 250 ton benih padi dalam periode 2026. Hasil ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memastikan ketersediaan benih berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.

Pusat pembenihan ini dinyatakan sebagai yang terbesar di Asia Tenggara, berperan sebagai pusat distribusi benih sumber bagi berbagai provinsi. Pemerintah menekankan pentingnya menjaga kualitas dan ketersediaan benih unggul agar produktivitas pertanian tetap terjaga, terlebih di tengah tantangan iklim ekstrem seperti fenomena El Nino Godzilla. Kebijakan distribusi benih secara masif menjadi kunci dalam upaya menopang produksi pangan nasional.

Hasil budidaya yang ditinjau menunjukkan produktivitas mencapai 10 hingga 13 ton per hektare, mencerminkan efektivitas penggunaan benih unggul. Angka ini menjadi acuan dalam perluasan program peningkatan hasil pertanian secara nasional. Pemerintah berkomitmen memperluas cakupan penggunaan benih berkualitas di wilayah rawan gagal panen dan daerah terdampak kekeringan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Januari–Oktober 2026 sebesar 31,41 juta ton, turun 0,08 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Namun, angka penurunan ini dianggap kecil—hanya sekitar 30 ribu ton, setara dengan produksi satu desa. Pemerintah menilai capaian ini masih wajar mengingat kondisi iklim yang ekstrem, dan telah menyiapkan langkah antisipatif seperti pemasangan pompa air di wilayah kering.

Kebijakan strategis dilakukan secara langsung dengan turun ke lapangan bersama petani. Menteri menyatakan kunjungan ke Jawa Barat, Jawa Timur, dan akan menyusul Jawa Tengah sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan produksi secara langsung di lapangan. Upaya ini menunjukkan bahwa kebijakan pertanian tidak hanya terjadi di kantor, tetapi juga di tengah sawah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya