Trump Dorong Jalur Minyak Suriah Sebagai Alternatif Hormuz
Presiden AS Donald Trump mendukung pengembangan rute melalui Suriah sebagai jalur alternatif pengiriman minyak dari Teluk Persia, menggantikan Selat Hormuz yang dinilai kehilangan fungsi strategis.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dukungan terhadap penggunaan jalur transportasi melalui Suriah sebagai alternatif utama dari Selat Hormuz dalam pengiriman minyak dan komoditas dari kawasan Teluk Persia. Pernyataan tersebut disampaikan melalui platform Truth Social, di mana Trump menyebut rencana tersebut sebagai "luar biasa" dan menekankan potensi transformasi sistem logistik regional.
Laporan yang menjadi dasar pernyataan Trump mengungkapkan bahwa sekitar lima ribu truk telah beroperasi secara rutin melintasi gurun Suriah untuk membawa minyak dari Teluk Persia menuju Laut Mediterania. Rencana ini didukung oleh upaya Suriah untuk menjadikan negaranya sebagai pusat transit strategis, tidak hanya untuk energi tetapi juga berbagai komoditas lainnya.
Salah satu proyek besar yang mendukung skenario ini adalah proyek minyak senilai 5,7 miliar dolar AS yang didukung pemerintahan Trump, dengan pembangunan pipa dari Basrah, Irak, menuju Pelabuhan Baniyas di Suriah. Pipa tersebut direncanakan mampu menyalurkan hingga dua juta barel minyak per hari, memungkinkan distribusi melalui jalur laut Mediterania yang lebih aman dan terhindar dari risiko geopolitik di Selat Hormuz.
Pada 1 September, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperkirakan bahwa Selat Hormuz akan kehilangan posisinya sebagai jalur utama perdagangan global dalam waktu dua tahun, dan akan berubah menjadi rute air yang dianggap tidak bernilai secara ekonomi dan strategis. Dukungan terhadap jalur Suriah dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat keamanan energi dan stabilitas pasokan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

