Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Dorong Jalur Minyak Suriah Sebagai Alternatif Hormuz

Presiden AS Donald Trump mendukung pengembangan rute melalui Suriah sebagai jalur alternatif pengiriman minyak dari Teluk Persia, menggantikan Selat Hormuz yang dinilai kehilangan fungsi strategis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Trump Dorong Jalur Minyak Suriah Sebagai Alternatif Hormuz
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dukungan terhadap penggunaan jalur transportasi melalui Suriah sebagai alternatif utama dari Selat Hormuz dalam pengiriman minyak dan komoditas dari kawasan Teluk Persia. Pernyataan tersebut disampaikan melalui platform Truth Social, di mana Trump menyebut rencana tersebut sebagai "luar biasa" dan menekankan potensi transformasi sistem logistik regional.

Laporan yang menjadi dasar pernyataan Trump mengungkapkan bahwa sekitar lima ribu truk telah beroperasi secara rutin melintasi gurun Suriah untuk membawa minyak dari Teluk Persia menuju Laut Mediterania. Rencana ini didukung oleh upaya Suriah untuk menjadikan negaranya sebagai pusat transit strategis, tidak hanya untuk energi tetapi juga berbagai komoditas lainnya.

Salah satu proyek besar yang mendukung skenario ini adalah proyek minyak senilai 5,7 miliar dolar AS yang didukung pemerintahan Trump, dengan pembangunan pipa dari Basrah, Irak, menuju Pelabuhan Baniyas di Suriah. Pipa tersebut direncanakan mampu menyalurkan hingga dua juta barel minyak per hari, memungkinkan distribusi melalui jalur laut Mediterania yang lebih aman dan terhindar dari risiko geopolitik di Selat Hormuz.

Pada 1 September, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperkirakan bahwa Selat Hormuz akan kehilangan posisinya sebagai jalur utama perdagangan global dalam waktu dua tahun, dan akan berubah menjadi rute air yang dianggap tidak bernilai secara ekonomi dan strategis. Dukungan terhadap jalur Suriah dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat keamanan energi dan stabilitas pasokan global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya