Trump Sebut Paris Jadi Kota Muslim Akibat Kebijakan Imigrasi Macron
Donald Trump menyalahkan kebijakan imigrasi Presiden Prancis Emmanuel Macron atas kerusuhan di Paris, menegaskan bahwa kota itu akan menjadi Muslim jika perbatasan tetap terbuka.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 44x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyorot kebijakan imigrasi Prancis sebagai akar dari krisis sosial yang melanda Paris. Dalam pernyataan terbaru, Trump menyatakan bahwa kebijakan terbuka terhadap migran telah membawa konsekuensi besar, termasuk perubahan demografi yang menurutnya akan mengubah identitas kota. Ia menekankan bahwa Paris berisiko menjadi kota Muslim dalam waktu dekat jika pemerintah tidak segera menutup perbatasan.
Trump menegaskan bahwa ia telah memperingatkan Macron sejak bertahun-tahun lalu, menyebut kebijakan imigrasi sebagai kesalahan besar yang berpotensi memicu ketidakstabilan. Ia membandingkan pendekatan Prancis dengan kebijakan imigrasi ketat yang diterapkan di Amerika Serikat saat ini, termasuk penjagaan perbatasan dan penangkapan terhadap migran ilegal. Menurutnya, tindakan tegas seperti itu justru mampu mencegah kerusuhan dan menjaga keutuhan negara.
Di media sosial miliknya, Trump memperkuat argumen tersebut dengan menyerukan penutupan perbatasan segera. Ia menyalahkan migran sebagai penyebab utama ketegangan di Prancis, menekankan bahwa kelompok tersebut telah mengambil alih kebijakan publik dan menimbulkan kerusakan sosial. Pernyataan ini muncul di tengah gelombang demonstrasi yang semula fokus pada perbaikan sistem pendidikan, namun kemudian meluas ke isu biaya hidup dan ekonomi.
Aksi unjuk rasa yang awalnya damai berubah menjadi kerusuhan saat sejumlah kelompok menyalakan api, membakar kendaraan, dan melakukan penjarahan. Dampaknya, hampir 3.000 toko dilaporkan terkena dampak, sementara fasilitas publik di Paris, Marseille, dan kota-kota lain rusak. Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu menegaskan komitmen pemerintah untuk memulihkan ketertiban, namun menolak menerapkan jam malam di ibu kota. Ia menyalahkan kelompok radikal ultra kiri atas upaya menciptakan kekacauan menjelang pemilu.
Namun, tokoh sayap kiri Jean-Luc Mélenchon menolak tuduhan tersebut dan meminta Lecornu meminta maaf atas tudingan yang dianggap mengalihkan perhatian dari akar masalah. Ia menekankan bahwa pemerintah harus berhenti memprovokasi situasi dan lebih fokus pada penyelesaian masalah mendasar, bukan menyalahkan kelompok tertentu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Pemerintah melaporkan stok beras nasional mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026, tertinggi sepanjang sejarah, dengan ketersediaan diperkirakan cukup hingga Juli 2027.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

