Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Usul Ganti Nama Selat Hormuz Jadi Selat Trump

Presiden AS Donald Trump mengusulkan pergantian nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump dalam candaan di media sosial, menyusul serangkaian perubahan nama geografis lainnya yang diinisiasi selama masa jabatannya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 02.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Trump Usul Ganti Nama Selat Hormuz Jadi Selat Trump
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuatkan isu perubahan nama geografis internasional dengan mengusulkan agar Selat Hormuz diganti menjadi Selat Trump. Usulan tersebut disampaikan lewat platform media sosial Truth Social, di mana Trump menyatakan bahwa AS kini berada di bawah kendali penuh atas perairan strategis tersebut. Ia menyertakan pernyataan dengan nada provokatif, menyebut bahwa nama baru tersebut akan "lebih panas" dari sebelumnya, merujuk pada posisi geopolitik yang semakin intensif di kawasan Teluk Persia.

Pernyataan itu disertai dengan peta yang dipublikasikan oleh Gedung Putih di media sosial, menampilkan Selat Hormuz dengan nama baru dan disertai komentar bahwa nama tersebut "terdengar bagus". Peta tersebut menunjukkan jalur perairan yang diklaim sebagai wilayah baru milik Amerika Serikat, sejalan dengan sikap Trump yang kerap menegaskan dominasi AS atas wilayah-wilayah penting secara strategis. Sebelumnya, Trump juga telah mengumumkan perubahan nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika dan Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika, keduanya dilakukan dalam konteks ketegangan diplomatik dengan Kanada dan Meksiko.

Meski sempat disebut sebagai lelucon, beberapa usulan serupa dari Trump sebelumnya nyatanya diwujudkan dalam bentuk kebijakan resmi. Pada awal tahun 2025, setelah kembali menjabat, ia menandatangani perintah resmi untuk mengganti nama Teluk Meksiko, diikuti penerbitan koin 1 dolar berwajahnya sebagai bagian dari peringatan 250 tahun kemerdekaan AS. Namun, dalam konferensi pers di Ruang Oval, Trump menegaskan bahwa usulan penggantian nama Selat Hormuz hanya bermaksud bercanda, meski tetap menyiratkan keberpihakan terhadap kebijakan dominasi militer dan politik yang dianutnya.

Penggantian nama-nama geografis tersebut menimbulkan reaksi dari negara-negara terkait, termasuk Iran, yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk provokasi dan pelanggaran terhadap prinsip hukum internasional. Meksiko dan Kanada juga secara resmi menolak perubahan nama yang diajukan, menekankan bahwa nama-nama tersebut memiliki sejarah panjang dan nilai simbolik yang mendalam. Meski demikian, tindakan Trump menunjukkan tren yang konsisten: memanfaatkan simbolisme nama tempat sebagai alat diplomasi dan propaganda politik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya