Trump Usul Ganti Nama Selat Hormuz Jadi Selat Trump
Presiden AS Donald Trump mengusulkan pergantian nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump dalam candaan di media sosial, menyusul serangkaian perubahan nama geografis lainnya yang diinisiasi selama masa jabatannya.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 02.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuatkan isu perubahan nama geografis internasional dengan mengusulkan agar Selat Hormuz diganti menjadi Selat Trump. Usulan tersebut disampaikan lewat platform media sosial Truth Social, di mana Trump menyatakan bahwa AS kini berada di bawah kendali penuh atas perairan strategis tersebut. Ia menyertakan pernyataan dengan nada provokatif, menyebut bahwa nama baru tersebut akan "lebih panas" dari sebelumnya, merujuk pada posisi geopolitik yang semakin intensif di kawasan Teluk Persia.
Pernyataan itu disertai dengan peta yang dipublikasikan oleh Gedung Putih di media sosial, menampilkan Selat Hormuz dengan nama baru dan disertai komentar bahwa nama tersebut "terdengar bagus". Peta tersebut menunjukkan jalur perairan yang diklaim sebagai wilayah baru milik Amerika Serikat, sejalan dengan sikap Trump yang kerap menegaskan dominasi AS atas wilayah-wilayah penting secara strategis. Sebelumnya, Trump juga telah mengumumkan perubahan nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika dan Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika, keduanya dilakukan dalam konteks ketegangan diplomatik dengan Kanada dan Meksiko.
Meski sempat disebut sebagai lelucon, beberapa usulan serupa dari Trump sebelumnya nyatanya diwujudkan dalam bentuk kebijakan resmi. Pada awal tahun 2025, setelah kembali menjabat, ia menandatangani perintah resmi untuk mengganti nama Teluk Meksiko, diikuti penerbitan koin 1 dolar berwajahnya sebagai bagian dari peringatan 250 tahun kemerdekaan AS. Namun, dalam konferensi pers di Ruang Oval, Trump menegaskan bahwa usulan penggantian nama Selat Hormuz hanya bermaksud bercanda, meski tetap menyiratkan keberpihakan terhadap kebijakan dominasi militer dan politik yang dianutnya.
Penggantian nama-nama geografis tersebut menimbulkan reaksi dari negara-negara terkait, termasuk Iran, yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk provokasi dan pelanggaran terhadap prinsip hukum internasional. Meksiko dan Kanada juga secara resmi menolak perubahan nama yang diajukan, menekankan bahwa nama-nama tersebut memiliki sejarah panjang dan nilai simbolik yang mendalam. Meski demikian, tindakan Trump menunjukkan tren yang konsisten: memanfaatkan simbolisme nama tempat sebagai alat diplomasi dan propaganda politik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


